Helikopter TNI AU Temukan Satu Korban Kecelakaan Kapal Pompong

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. freepik.com

    Ilustrasi kapal tenggelam. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara bersama Basarnas berhasil menemukan satu korban kecelakaan kapal pompong kayu yang bermuatan 20 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kapal tenggelam di perairan Tanjung Medang, Kabupaten Bengkalis, Riau, kemarin.

    "Sejauh ini, tim gabungan telah menemukan satu orang dari 10 yang hilang dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Kolonel Jajang Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Januari 2020.

    Pencarian korban mengerahkan helikopter Super Puma H-3216. Pengerahan helikopter Super Puma dilakukan setelah dapat perintah dari Kepala Staf TNI AU dan izin dari Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Muda Ronny Irianto Moningka.

    "Kami memberikan dukungan dengan mengerahkan satu helikopter Super Puma H-3216 sesuai dengan permintaan Kakansar, dan saat ini helikopter sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan melalui udara," kata Jajang.

    Misi pencarian dan pertolongan, kata dia, dilakukan untuk menolong korban yang masih di lokasi kecelakaan. Ia berharap masih ada korban selamat sehingga cepat tertolong. Jajang menuturkan personel yang diberangkatkan bersama helikopter Super Puma terdiri dari tiga anggota Paskhas dan dua orang dari kantor Basarnas Pekanbaru.

    "Untuk sementara ini sesuai instruksi pimpinan operasi dilakukan satu hari namun jika masih dibutuhkan tentunya akan ada koordinasi antara BNPP dan Mabes TNI AU, mengingat korban baru ditemukan sore ini satu orang sementara korban yang hilang masih ada sembilan orang lagi. Kemungkinan operasi diperpanjang akan kita lihat perkembangan ke depannya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.