Virus Corona, Pemerintah Belum Keluarkan Travel Warning ke Cina

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota staf yang mengenakan alat pelindung terlihat di sebuah rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, China 22 Januari 2020. Skses keluar dan masuk ke kota Wuhan, Cina ditutup akibat virus Corona. China News Service/via REUTERS TV.

    Seorang anggota staf yang mengenakan alat pelindung terlihat di sebuah rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, China 22 Januari 2020. Skses keluar dan masuk ke kota Wuhan, Cina ditutup akibat virus Corona. China News Service/via REUTERS TV.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan pemerintah telah menjalankan upaya preventif untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Indonesia.

    "Indonesia jangan sampai kecolongan gitu. Sudah ada langkah-langkah itu, di pintu-pintu masuk itu. Upaya untuk mendeteksi," kata Moeldoko saat ditemui di kantornya, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

    Moeldoko mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Ia pun meminta agar warga Indonesia yang sedang bepergian, agar menjaga diri sebaik-baiknya. "Intinya kan semua dari kita masyarakat Indonesia yang ada di sana, pasti bisa antisipasi dengan baik," kata Moeldoko.

    Meski penyebaran virus ini cukup luas terjadi di negara-negara Asia, namun Moeldoko belum mau mengeluarkan travel warning bagi masyarakat Indonesia yang akan bepergian ke Cina. "Belum sih," kata mantan Panglima TNI itu.

    Pemerintah Cina telah mengambil langkah darurat, terkait penyebaran virus ini. Mereka telah menutup akses keluar dan masuk bagi penduduk yang berada di Wu Han, lokasi awal penyebaran virus Corona. Adapun virus yang menyebabkan gangguang pernafasan dan demam itu ditengarai berasal dari konsumsi seafood di Wu Han.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.