Diduga Ada Pasien Terinfeksi Virus Corona, Kemenkes Menjawab

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mendeteksi suhu tubuh penumpang di sebuah mobil yang melintas di jalan tol di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 23 Januari 2020. Kota Wuhan menjadi tempat pertama kasus virus Corona ditemukan. China Daily via REUTERS

    Petugas mendeteksi suhu tubuh penumpang di sebuah mobil yang melintas di jalan tol di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 23 Januari 2020. Kota Wuhan menjadi tempat pertama kasus virus Corona ditemukan. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan atau Kemenkes menanggapi pemberitaan santer bahwa ada satu pasien di Indonesia diduga terinfeksi virus corona.

    Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono membantah kabar tersebut.

    "Tidak benar. Tanyakan yang memberikan pernyataan," ujar  saat Tempo hari ini, Jumat, 24 Januari 2020.

    Beredar pemberitaan bahwa seorang pegawai Huawei yang berkantor di Gedung BRI, Jakarta. diduga terjangkit Virus Corona.

    "Bank BRI saat ini telah berkoordinasi dengan Huawei dan pihak terkait untuk melakukan investigasi terkait kebenaran informasi tersebut," kata Sekretaris perusahaan BRI, Hari Purnomo, dalam keterangan resmi di Jakarta kemarin, Kamis, 23 Januari 2020.

    Hari menuturkan pekerja Huawei yang demam tersebut telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Pasien juga akan diperiksa apakah benar dia terkena Virus Corona.

    Virus pneumonia Corona mulanya berjangkit di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Virus ini diyakini bersumber dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar hewan di pusat Kota Wu Han.

    Muncul kabar juga bahwa penularan dipicu makanan laut.

    Virus Corona menyerang sistem pernafasan manusia dan bisa mengakibatkan kematian. Hingga Rabu, 22 Janari 2020, susah 17 pasien meninggal di Cina karena virus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.