RJ Lino Berterima Kasih ke KPK Diperiksa Lagi setelah 4 Tahun

Reporter

Editor

Amirullah

Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino, kembali memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan kali kedua sebagai tersangka, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. RJ Lino, diperiksa perdana pasca ditetapkan sebagai tersangka pada, Jumat, 29 Januari 2016, dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo pada tahun 2010. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Eks Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan quay container crane (QCC) di PT Pelindo II, mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atas pemanggilan pemeriksaannya hari ini.

"Saya terima kasih. Karena setelah tunggu 4 tahun, akhirnya saya dipanggil ke sini. Saya harap proses ini bisa memperjelas status saya, karena saya terakhir ke sini Februari 2016," kata RJ Lino di Gedung Merah Putih KPK, Kamis malam, 23 Januari 2020.

KPK memeriksa RJ Lino pada hari ini, Kamis 23 Januari 2020 sejak pukul 10.00 hingga 21.40 WIB. Pemeriksaan selama hampir 12 jam itu terkait hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

"Apa yang ditanyakan sudah saya jawab semua. Mudah-mudahan itu jadi dasar dari selanjutnya. Saya harap status saya lebih jelas," kata RJ Lino.

Dalam pemeriksaannya hari ini, Lino terlihat membawa satu buah tas berisi dokumen. "Ini dokumen saja. Ini bahan saya buat jawab. Sudah 10 tahun lalu masa ingat? Saya merasa terhormat diundang ke sini sehingga mudah-mudahan bisa memperjelas persoalannya."

Lino menegaskan, ke depan, dirinya akan siap menghadapi seluruh proses penyidikan KPK. Dia juga menyebut enggan mengajukan praperadilan jika statusnya belum jelas. "Apapun saya hadapi. Kalau saya ajukan peradilan, bikin kaya lawyer saja. Buat apa?" ujarnya.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, hingga saat ini penyidik KPK berusaha menyelesaikan berkas perkara dalam waktu singkat agar bisa segera melimpahkan kasus dugaan korupsi RJ Lino ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Penyidikan sudah berjalan lama dan tinggal menunggu perhitungan kerugian negara," kata Ali di Gedung Merah Putih, Kamis malam.

RJ Lino adalah mantan Direktur Utama PT Pelindo II. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2015. Penyidikan tertunda gara-gara kendala dalam penghitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

KPK menduga RJ Lino menyalahgunakan wewenangnya dengan menunjuk langsung PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery dari Cina sebagai penyedia 3 unit crane itu di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.






Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

1 jam lalu

Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

Jaleswari menyebut absennya Lukas Enembe dalam panggilan KPK itu sebagai ironi. Sebab, seharusnya pejabat sekelas dia dapat memberikan contoh.


Mahkamah Agung Terlibat Kasus Suap? Sudrajat Dimyati Bukan Orang Pertama

6 jam lalu

Mahkamah Agung Terlibat Kasus Suap? Sudrajat Dimyati Bukan Orang Pertama

Mahkamah Agung penegak keadilan tertinggi di Indonesia. Kinerja MA dipertanyakan usai OTT KPK Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Bukan kasus pertama.


Ini Langkah Preventif KPK agar Modus Suap dalam Pengurusan Perkara di MA Tak Terulang

7 jam lalu

Ini Langkah Preventif KPK agar Modus Suap dalam Pengurusan Perkara di MA Tak Terulang

KPK menyiapkan langkah preventif dan edukatif agar modus korupsi dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) tidak terulang


ICW Desak KPK Ultimatum Jemput Paksa Lukas Enembe, Bagaimana Mekanisme Berdasarkan KUHAP?

7 jam lalu

ICW Desak KPK Ultimatum Jemput Paksa Lukas Enembe, Bagaimana Mekanisme Berdasarkan KUHAP?

Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap Rp 1 miliar. Mangkir dua kali pemanggilan, haruskah dengan jemput paksa?


Gubernur Papua Lukas Enembe Sebut Punya Tambang Emas, Bolehkah Perorangan Memiliki Tambang Emas?

8 jam lalu

Gubernur Papua Lukas Enembe Sebut Punya Tambang Emas, Bolehkah Perorangan Memiliki Tambang Emas?

Gubernur Papua Lukas Enembe melalui pengacaranya menyebut memiliki tambang emas dalam proses perizinan. Bolehkah perorangan punya tambang emas?


KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

8 jam lalu

KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

KPK memanggil mantan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi


Wakil Ketua KPK Sebut Tambang Emas, Lukas Enembe Kemudian Mengaku Punya Tambang Emas

8 jam lalu

Wakil Ketua KPK Sebut Tambang Emas, Lukas Enembe Kemudian Mengaku Punya Tambang Emas

Wakil Ketua KPK mengatakan kalau Lukas Enembe mampu buktikan uang miliaran rupiah miliknya, misalkan dari tambang emas, "Pasti akan kami hentikan".


Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Ketua MA dan Jajarannya Baca Kembali Pakta Integritas

9 jam lalu

Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Ketua MA dan Jajarannya Baca Kembali Pakta Integritas

Ketua Mahkamah Agung M. Syarifuddin mengumpulkan jajarannya untuk membaca kembali pakta integritas setelah Hakim Agung Sudrajad Dimyati jadi tersangka


Eks Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara

14 jam lalu

Eks Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Eks pejabat Waskita Karya Adi Wibowo dituntut pidana 4 tahun 6 bulanpenjara dalam perkara korupsi pengadaan pembangunan Gedung Kampus IPDN Gowa


Pengacara Lukas Enembe Tawarkan Tim Dokter ke Papua, KPK: Kami Panggil Tersangka, Bukan Kami yang Dipanggil

15 jam lalu

Pengacara Lukas Enembe Tawarkan Tim Dokter ke Papua, KPK: Kami Panggil Tersangka, Bukan Kami yang Dipanggil

Lukas Enembe kembali tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin 26 September 2022