Soal Harun Masiku, Firli Bahuri: Sampai Kapan Pun Kami Cari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan perdana sebagai ketua KPK kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan perdana sebagai ketua KPK kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku untuk melapor ke penegak hukum. Sampai saat ini, keberadaan Harun tak diketahui.

    “Kita sudah lakukan upaya penangkapan tersangka, anggota juga sudah bekerja,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Makassar, Kamis, 23 Januari 2020.

    Selain itu, Firli meminta kepada tersangka Harun supaya segera menyerahkan diri. Sebab, sampai kapan pun pihaknya akan mencari dan menangkapnya. “Khusus tersangka, kapan pun kita akan mencari dan tangkap," ujarnya.

    Saat ini, Firli mengatakan seluruh informasi yang didapatkan lembaga antirasuah tersebut bakal diterima kemudian ditindaklanjuti. Meski begitu, ia mengaku pihaknya belum mengetahui pasti keberadaan dari Harun. “Kalau kita tahu keberadaannya pasti kita datangi terus kita tangkap,” kata dia.

    Kepala Kepolisian Sektor Bajeng Inspektur Satu Dimas Sunardi mengatakan ada dua anggotanya yang selalu mendatangi Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa. Perumahan tersebut adalah lokasi rumah Harun.

    Menurut Dimas, anggota silih berganti memantau kompleks tersebut tergantung jadwal piket. “Dua orang yang senantiasa mengecek rumah istrinya Harun (Hilda),” ujarnya.

    Hingga kini, kata Dimas, belum ada tanda-tanda Harun berada di rumah istrinya. Dua anggota polisi mendatangi rumah itu pada Rabu siang, 22 Januari lalu.

    Kepala Lingkungan setempat, Sitakka mengungkapkan dirinya tidak tahu kalau ada polisi yang datang di kompleks itu. Karena selama ini, jika ada polisi yang datang terlebih dahulu menyambangi rumahnya.

    Seperti pada Selasa pekan lalu, polisi datang ke rumahnya kemudian mencari keberadaan Harun Masiku. “Belum pernah ada datang polisi, kecuali kalau saya ndak ada di rumah. Jadi saya tidak tahu kalau ada datang,” kata Sitakka. “Atau biasa datang tapi tidak ke rumah".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.