Jokowi Minta Prabowo Siapkan Rencana Kesejahteraan Prajurit

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Gestur Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyusun perencanaan strategis kesejahteraan prajurit. "Baik yang berkaitan dengan perumahan, dengan kesehatan, dengan tunjangan kinerja," kata Presiden saat membuka rapat pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri 2020 di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

    Jokowi mengapresiasi para prajurit TNI yang rela bertugas di daerah terluar Indonesia. Ia mencontohkan melihat keberadaan Batalyon Komposit saat pergi ke Natuna, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

    Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Salah satu materi yang ingin diubah adalah usia pensiun bagi bintara dan tamtama. "Terkait pensiun bagi bintara dan tamtama yang selama ini usia 53 tahun diubah menjadi 58 tahun."

    Para pimpinan Kemhan, TNI, dan Polri, Jokowi memerintahkan agar memperhatikan peningkatan kualitas SDM para prajurit serta kesejahteraan untuk mereka dan para pensiunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.