Jokowi Bela Prabowo yang Sering ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kanan) berjalan memasuki ruangan didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Rapat ini juga membahas fasilitas perpajakan untuk penguatan perekonomian. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kanan) berjalan memasuki ruangan didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Rapat ini juga membahas fasilitas perpajakan untuk penguatan perekonomian. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal sejumlah kunjungan kerjanya ke luar negeri. Jokowi mengatakan Prabowo ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan melainkan tugas negara.

    "Jadi kalau ada yang mempertanyakan, Pak Menhan pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan, bukan sekadar jalan-jalan," kata Jokowi saat membuka Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

    Menurut Jokowi, para pengkritik Prabowo itu adalah orang yang tidak mengerti diplomasi pertahanan.

    Jokowi menjelaskan kunjungan Prabowo ke sejumlah negara juga untuk melihat persenjataan yang bisa Indonesia beli. "Bagus atau tidak bagus, bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semuanya dicek," kata dia.

    Menurut Jokowi, kunjungan kerja Prabowo ke luar negeri itu atas persetujuannya. "Itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali, Banyak nih yang gak tau," ujarnya.

    Kritik terhadap kunjungan ke luar negeri Prabowo ini disampaikan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera. Menurut Mardani, aktivitas Prabowo ini tidak seperti arahan Jokowi dalam pidato tahunannya 16 Agustus 2019. Saat itu, kata dia, Jokowi minta para menteri meminimalisir berpergian ke luar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.