KPK Kaji Kemungkinan Imigrasi Rintangi Penyidikan Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan pihaknya mengkaji kemungkinan Ditjen Imigrasi melakukan perintangan penyidikan terhadap Harun Masiku yang diatur dalam UU Anti Korupsi. "Pasal 21 disebutkan di situ bahwa setiap orang yang sengaja merintangi penyidikan atau proses penuntutan," kata Ali di Gedung Merah Putih pada Rabu 22 Januari 2020.

    Kajian itu harus dilakukan lebih jauh, karena harus ada bukti permulaan yang cukup ketika akan menetapkan tersangka. KPK mengkaji kemungkinan itu setelah Direktorat Jenderal Imigrasi mengakui bahwa tersangka Harun Masiku telah berada di Indonesia. Namun pernyataan itu disampaikan setelah Tempo mengetahui kepulangan Harun dari Singapura.

    Perlu 15 hari bagi Imigrasi untuk menyatakan Harun sudah kembali ke Indonesia. Pada Rabu, 22 Januari kemarin, mereka akhirnya mengakui kader PDIP yang terlibat suap Komisioner KPU itu sudah pulang sejak 7 Januari 2020.
     
    Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono telah menyatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghalang-halangi penanganan hukum.

    Bambang mengatakan sebenarnya, informasi keberadaan Harun Masiku di Indonesia yang diketahui Imigrasi beberapa waktu sebelumnya juga sudah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. "Ya sudah, sudah kami informasikan (ke KPK).”

    Pada intinya, kata Bambang, Imigrasi selalu mendukung KPK. “Jangan dikira kami menyembunyikan yang bersangkutan (Harun) atau menghalang-halangi pelaksanaan penegakan hukum yang sekarang terjadi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.