Kejagung Sita 1.400 Sertifikat Tanah Lima Tersangka Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung, menjalani pemeriksaan perdana di KPK terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung, menjalani pemeriksaan perdana di KPK terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung menyita kurang lebih 1.400 sertifikat tanah milik lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Kejaksaan Agung masih menaksir nilai dari ribuan sertifkat tersebut.

    "Masih direkap-rekap. Banyak sekali, bayangin sertifikat saja ada 1.400, bayangin saja, sertifikat tanah," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Januari 2020.

    Kelima tersangka itu adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Persero Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, serta mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim.

    Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono pun mengatakan, selama penyidikan masih berlangsung, pelacakan dan upaya penyitaan aset milik para tersangka masih terus dilakukan.

    "Sementara ini, Kejaksaan belum bisa menilai secara keseluruhan nilai aset yang sudah disita. Karena, masih terus dilakukan, dan masih dipilah-pilah," kata Hari, Selasa kemarin.

    Sampai saat ini, aset yang telah disita yakni berupa kendaraan, tanah, dan rekening. Untuk kendaraan, sudah ada delapan mobil dan satu motor yang disita.

    Untuk tanah, Kejaksaan Agung telah meminta kepada Badan Pertahanan Negara (BPN) untuk memblokir 156 bidang tanah di Lebak, dan Tangerang milik tersangka Benny Tjokrosaputro.

    Hari menuturkan, pemblokiran sertifikat tanah juga dilakukan terhadap tersangka Syahmirwan. Terakhir, penyidik juga sudah memblokir rekening dan akun kustodian milik lima tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.