Pengangkatan Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Dianggap Politis

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Periode 2019-2023, Yenny Wahid saat ditemui di Kawasan Rasuna Said, Senin, 23 Desember 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Periode 2019-2023, Yenny Wahid saat ditemui di Kawasan Rasuna Said, Senin, 23 Desember 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Alpha Resarch Database Indonesia Ferdy Hasiman menilai Yenny Wahid tak berkompeten menjadi Komisaris Independen di PT Garuda Indonesia Tbk.

    Yenny resmi ditunjuk sebagai komisaris perusahaan pelat merah tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda yang digelar pada Rabu, 22 Januari 2020.

    "Yenny enggak punya kompetensi di dunia penerbangan. Saya kira, dia pilihan politis karena  mendukung Jokowi waktu kampanye Pilpres lalu," ujar Ferdy saat dihubungi Tempo pada Rabu, 22 Januari 2020.

    Ferdy menyayangkan orang-orang tidak berkompeten di bidangnya mengurus maskapai penerbangan sebesar Garuda. "Saya kira keberadaan Yenny di komisaris hanya merepresentasikan kepentingan politik, bukan demi kepentingan bisnis, apalagi perbaikan bisnis garuda. Ini mengulang pola lima tahun lalu, pengangkatan komisaris lebih karena akomodasi politik," ujar dia.

    Padahal, lanjut Ferdy, birokrasi Garuda saat ini masih banyak perlu perbaikan. Apalagi setelah kasus Dirut Garuda Ari Askhara yang dicopot karena skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. "Garuda harusnya dikelola dan diawasi orang-orang yang kompeten," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.