Rapim Kemenhan, Wakil Menteri Bicara Industri Pertahanan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, pada Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, pada Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan atau Kemenhan menggelar rapat pimpinan (Rapim) tahunan, di Komplek Kementerian Pertahanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2020. 

    Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, mewakili Prabowo, membuka rapim yang dihadiri oleh pejabat eselon 1 dan 2 Kementerian Pertahanan serta TNI-Polri. Prabowo ada di Istana Kepresidenan Jakarta, untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

    Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan bahwa Rapim ini merupakan suatu kegiatan strategis dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja Anggaran 2019, serta menelaah proyeksi keberhasilan program kerja Anggaran 2020.

    "Rapim Kementerian ini untuk menyinergikan program kerja dengan tujuan strategis yang tercantum dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2020-2024," kata Wahyu, dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 Januari 2020.

    Rapim kali ini mengambil tema "Pertahanan Semesta Yang Kuat, Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI", dan dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, rapim membahas capaian-capaian dari setiap Satker Unit organisasi dan kegiatan bersifat internal Kemenhan.

    Pada hari kedua, Prabowo baru dijadwalkan hadir untuk menyampaikan kebijakan pertahanan negara tahun 2020 dan penyerahan amanat anggaran tahun anggaran 2020. Hal ini akan disampaikan Prabowo kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan dan Sekjen Kemenhan. Jokowi pun diagendakan hadir pada Rapim besok.

    Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan 2020 merupakan tahun krusial secara aspek strategi dan kebijakan pertahanan negara. Pasalnya, tahun ini akan berlangsung penyusunan berbagai kebijakan dan produk strategis bidang pertahanan negara. Apalagi mengingat tahun ini adalah awal tahun masa pemerintahan periode lima tahunan.

    "Kemenhan selalu berupaya untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, guna memenuhi kebutuhan alutsista TNI dan menunjang kemandirian Industri Pertahanan. Kebijakan ini diambil sejalan dengan Visi Bapak Presiden RI terkait dengan kebijakan pembangunan teknologi dan industri pertahanan" kata Wahyu.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa pengembangan Industri Pertahanan dalam negeri berpeluang diarahkan untuk mendukung kebutuhan postur pertahanan Nirmiliter. Jika semua kebutuhan ini dapat dipenuhi oleh Industri Pertahanan, maka selanjutnya dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan sipil.

    Pada akhir sambutannya, Wahyu memberikan tiga perintah. Pertama, tingkatkan kerja sama, kolaborasi, koordinasi, dan sinergi guna memastikan terlaksananya Program Kerja Tahun Anggaran 2020 secara baik dan efektif. Kedua, laksanakan evaluasi dan perbaikan di seluruh jajaran satuan kerja Kemenhan. Terakhir, pertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) bagi Kemenhan dari BPK RI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.