Hakim Tolak Eksepsi Bupati Muara Enim

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani, hadir sebagai terdakwa dalam kasus suap Dinas PUPR Muara Enim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang pada Selasa, 21 Januari 2020. Tempo/Parliza Hendrawan

    Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani, hadir sebagai terdakwa dalam kasus suap Dinas PUPR Muara Enim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang pada Selasa, 21 Januari 2020. Tempo/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Palembang - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang menolak nota keberatan atau eksepsi Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani, yang merupakan terdakwa penerima suap 16 paket proyek jalan di Kabupaten Muara Enim.

    "Berdasarkan pertimbangan, majelis hakim menilai bahwa eksepsi yang telah diajukan tidak bisa menghilangkan perbuatan terdakwa Ahmad Yani dalam perkara ini dan perlu dibuktikan dalam persidangan selanjutnya," kata Erma Suharti saat persidangan, Selasa, 21 Januari 2020.

    Majelis hakim menilai dakwaan terhadap Ahmad Yani sesuai pasal 143 ayat 2 huruf a dan huruf b KUHP, sehingga surat dakwaan sudah jelas dan lengkap. Hakim juga berpendapat bahwa proses hukum selanjutnya terhadap terdakwa Ahmad Yani tetap diteruskan dan meminta jaksa penuntut umum agar menghadirkan saksi-saksi pada sidang selanjutnya dalam perkara Ahmad Yani yang menerima suap dari terdakwa Robi Okta Fahlevi.

    Menanggapi penolakan eksepsi tersebut, pengacara Ahmad Yani, Rujito mengatakan masih akan mempelajari putusan sela meskipun majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk banding ke pengadilan tinggi terhadap putusan sela tersebut. "Kami sangat menghormati putusan sela dari majelis hakim walau sedikit kecewa, kami coba pelajari dulu apakah perlu untuk banding," kata dia.

    Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Roy Riyadi menyebut putusan majelis hakim yang menolak eksepsi Ahmad Yani sudah sangat tepat. "Eksepsi yang diajukan oleh terdakwa tidak ada substansinya terhadap materi dakwaan," kata dia.

    Pada persidangan 7 Januari lalu, Ahmad Yani mengajukan eksepsi dengan dalil bahwa dirinya tidak pernah meminta sejumlah uang dari terdakwa Robi Pahlevi sebagaimana tertera dalam dakwaan. Ia menyebut pemberian uang merupakan inisiatif terdakwa Robi dan Elfin, bukan inisiatifnya.

    Ahmad Yani sendiri didakwa dengan pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Sidang dengan terdakwa Bupati Muara Enim nonaktif itu akan dilanjutkan pada Selasa, 28 Januari lalu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.