Suap Bupati Muara Enim, Jaksa KPK Tak Panggil Firli ke Sidang

Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani, hadir sebagai terdakwa dalam kasus suap Dinas PUPR Muara Enim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang pada Selasa, 21 Januari 2020. Tempo/Parliza Hendrawan

TEMPO.CO, Palembang - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan memanggil mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Firli Bahuri dalam sidang kasus suap Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani. Kini Firli duduk sebagai Ketua KPK 2019-2023.

Nama Firli muncul dalam persidangan sebagai salah seorang yang akan diberi uang oleh bupati Muara Enim, Ahmad Yani melalui orang kepercayaannya.

Jaksa Roy Riadi mengatakan munculnya nama Firli di luar substansi hukum yang sedang berjalan di pengadilan. "Itu kan pembelaan di luar substansi, makanya enggak akan dipanggil," kata Roy, Selasa, 21 Januari 2020.

Roy mengatakan munculnya nama Firli berawal ketika pengacara Ahmad Yani, Maqdir Ismail, telah membuat narasi pembelaan yang tidak berkaitan secara langsung dengan perkara suap proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muara Enim senilai Rp 130 miliar. Sehingga itu tim JPU merasa tidak memerlukan keterangan Firli Bahuri. "Pembelaan seperti itu untuk apa kita tanggapi," ujar Roy.

Sementara itu Rujito, pengacara Ahmad Yani membenarkan timnya yang memunculkan nama Firli Bahuri di Pengadilan. Nama tersebut muncul setelah mereka menerima berita acara dari KPK.

Dalam sidang Selasa lalu, 7 Januari, tim penasehat hukum Yani menjelaskan Elfin Mz. Muchtar, selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Muara Enim, memanfaatkan silaturahmi antara Firli Bahuri dan Ahmad Yani pada Agustus 2019 untuk memberikan uang senilai US$ 35 ribu. Uang tersebut berasal dari terdakwa Robi.

Elfyn lantas menghubungi keponakan Firli Bahuri yakni Erlan, Elvyn memberi tahu bahwa ia ingin mengirimkan sejumlah uang kepada Firli Bahuri. Namun, uang tersebut belum sempat diberikan lantaran Yani, Robi dan Elfin ditangkap KPK pada 2 September 2019.

Rujito mengatakan nama Firli tidak ada kaitannya dengan kasus korupsi ini. "Kami tidak bisa memberikan kesimpulan diluar fakta persidangan, Saya kira seperti itu," ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Gandhi Arius, Pengacara Elfin, mengatakan Ahmad Yani lah yang mengusulkan pemberian uang untuk Firli. Mendapat tugas dari sang atasan, Gandhi mengatakan Elfin tak bisa menolak. 

Sementara itu, Firli mengatakan tak pernah menerima uang apapun dari Bupati Muara Enim Ahmad Yani. 






Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

1 jam lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


KPK Kembali Panggil Lukas Enembe Hari Ini

2 jam lalu

KPK Kembali Panggil Lukas Enembe Hari Ini

Hari ini KPK memanggil Gubernur Papua Lukas Enembe untuk dilakukan pemeriksaan dalam kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar.


Hakim Agung Kena OTT KPK, Adanya Mafia Peradilan Tak Lagi Samar-samar?

14 jam lalu

Hakim Agung Kena OTT KPK, Adanya Mafia Peradilan Tak Lagi Samar-samar?

Hakim Agung Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama 9 orang lainnya dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara KSP Intidana.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

16 jam lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

17 jam lalu

Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bakal menjerat siapa pun yang melakukan korupsi program kesejahteraan petani jika memiliki kecukupan alat bukti.


4 Kasus Suap Jual-Beli Putusan yang Mengguncang Mahkamah Agung

19 jam lalu

4 Kasus Suap Jual-Beli Putusan yang Mengguncang Mahkamah Agung

Sebelum Sudrajad Dimyati, Mahkamah Agung pernah juga tercoreng oleh kasus-kasus suap lainnya yang ditangani KPK.


Dana Otsus Papua, Stafsus Sri Mulyani: Dukungan Fiskal Rp 1.092 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan

20 jam lalu

Dana Otsus Papua, Stafsus Sri Mulyani: Dukungan Fiskal Rp 1.092 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menjelaskan Dana Otsus Papua yang sebelumnya disinggung oleh Mahfud MD.


MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

21 jam lalu

MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

PPATK menemukan dugaan aliran dana jumbo dari Lukas Enembe ke kasino-kasino judi di luar negeri.


MAKI Punya Bukti Lukas Enembe Cukup Sehat untuk Bisa Diperiksa KPK

21 jam lalu

MAKI Punya Bukti Lukas Enembe Cukup Sehat untuk Bisa Diperiksa KPK

Menurut MAKI, perjalanan yang kerap dilakukan Lukas Enembe itu menunjukkan bahwa Lukas seharusnya bisa memenuhi panggilan KPK pada Senin besok.


KPK Diminta Usut Dugaan Suap Rekrutmen Hakim Agung

23 jam lalu

KPK Diminta Usut Dugaan Suap Rekrutmen Hakim Agung

Boyamin mengapresiasi kinerja KPK yang mampu mencetak rekor dengan menetapkan seorang hakim agung sebagai tersangka, yaitu Sudrajad Dimyati.