Pilkada Surabaya, DPD Protes DPP NasDem Usung Eks Kapolda Jatim

Reporter

Seorang warga memasukkan surat suara usai melakukan pencoblosan ulang di TPS 27, Jagir Wonokromo, Surabaya, Sabtu 19 Juli 2014. TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - DPD NasDem Kota Surabaya menyesalkan rencana pengurus pusat partai yang mengusung mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Machmud Arifin sebagai bakal calon wali kota Surabaya.

"Kasihan bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya yang sudah mendaftar sampai uji kelayakan dan kepatutan," kata Ketua DPD NasDem Surabaya, Sudarsono di Surabaya, Selasa, 21 Januari 2020.

Machfud Arifin mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya lewat DPP NasDem tiga pekan lalu. Saat mendaftar, Machfud Arifin disambut Ketua DPW NasDem Jawa Timur Sri Sajekti Sudjunadi, pengurus DPP NasDem, dan anggota DPRD Surabaya dari NasDem, Imam Syafii. 

Sudarsono mengatakan seharusnya DPP dan DPW NasDem Jawa Timur terlebih dulu memanggil 11 orang yang mendaftar dan ikut seleksi di tingkat DPD. 

"Agar mereka yang sudah mengeluarkan tenaga, waktu, dan pikiran serta dana untuk sosialisasi tidak kecewa. Kasihan mereka yang sudah mendaftar. Kalau seperti ini kan pembohongan publik namanya," ujarnya.







Masa Jabatan Anies Baswedan Segera Berakhir, Rocky Gerung: Pindah dari Merdeka Selatan ke Merdeka Utara

1 hari lalu

Masa Jabatan Anies Baswedan Segera Berakhir, Rocky Gerung: Pindah dari Merdeka Selatan ke Merdeka Utara

Rocky Gerung menyatakan Anies Baswedan hanya akan berpindah dari Kantor Gubernur DKI Jakarta ke Kantor Presiden.


Pendukung Anies Baswedan Kritik Langkah Presiden Jokowi Dukung Prabowo Subianto

3 hari lalu

Pendukung Anies Baswedan Kritik Langkah Presiden Jokowi Dukung Prabowo Subianto

Pendukung Anies Baswedan menilai langkah Presiden Jokowi mendukung Prabowo Subianto tidak layak.


Bela Anies Baswedan, Partai Demokrat Dinilai Bisa Dapat Efek Ekor Jas

4 hari lalu

Bela Anies Baswedan, Partai Demokrat Dinilai Bisa Dapat Efek Ekor Jas

Partai Demokrat dinilai bisa mendapatkan efek ekor jas lebih besar jika mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.


Partai NasDem Sebut SE Mendagri Tito Karnavian Bentuk Praktik Otoritarianisme

4 hari lalu

Partai NasDem Sebut SE Mendagri Tito Karnavian Bentuk Praktik Otoritarianisme

NasDem menilai surat edaran yang dikeluarkan Tito Karnavian menabrak peraturan perundang-undangan di atasnya.


Tarik Wisatawan ke Kota Pahlawan, Akan Hadir Konsep Wisata Perjuangan Surabaya

4 hari lalu

Tarik Wisatawan ke Kota Pahlawan, Akan Hadir Konsep Wisata Perjuangan Surabaya

Konsep Wisata Perjuangan Surabaya itu akan dibuat karena Surabaya memiliki beragam destinasi wisata sejarah.


Koalisi dengan PKS dan Nasdem, Jubir Demokrat: Kami Masih Berproses

5 hari lalu

Koalisi dengan PKS dan Nasdem, Jubir Demokrat: Kami Masih Berproses

Juru bicara partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanggapi soal koalisi bersama Nasdem dan PKS. Ia menjelaskan prosesnya masih berjalan


Politikus PDIP Bandingkan Kota Depok dengan Banyuwangi, Surabaya dan Semarang

5 hari lalu

Politikus PDIP Bandingkan Kota Depok dengan Banyuwangi, Surabaya dan Semarang

Politikus PDIP mempertanyakan mengapa Depok yang mengusung tema Green and Smart City, tidak dapat penghargaan dari UI GreenCityMetric 2022.


Ahli Politik Prediksi Elektabilitas Anies Turun setelah Lengser dari Gubernur DKI Jakarta

5 hari lalu

Ahli Politik Prediksi Elektabilitas Anies Turun setelah Lengser dari Gubernur DKI Jakarta

Peneliti LIPI Wasisto Rahardjo berkomentar elektabilitas Anies Baswedan dan potensinya dalam pilpres.


Anies Siap Maju Capres, NasDem: Proses Penentuan Capres Masih Panjang

6 hari lalu

Anies Siap Maju Capres, NasDem: Proses Penentuan Capres Masih Panjang

Sekjen NasDem Johnny Gerrad Plate mengatakan partainya belum mengerucutkan satu nama capres meski Anies Baswedan sudah menyatakan kesiapannya.


Partai Demokrat dan PDIP Saling Serang, NasDem: Jangan Saling Menuding

6 hari lalu

Partai Demokrat dan PDIP Saling Serang, NasDem: Jangan Saling Menuding

Partai Nasdem meminta Partai Demokrat dan PDIP saling menahan diri.