Komisi III Minta Jaksa Agung Tangkap 'Ikan Kakap' Kasus Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Hendrisman Rahim, merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang dititipkan penahanan dan pemeriksaannya di KPK terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Hendrisman Rahim, merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang dititipkan penahanan dan pemeriksaannya di KPK terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat meminta Jaksa Agung S.T. Burhanuddin mengusut tuntas kasus PT Asuransi Jiwasraya. Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengatakan, Kejaksaan harus menangkap pelaku utama dari kasus tersebut.

    "Dalami sampai tuntas, siapa pun yang terlibat. Saya tidak bisa sebut nama tapi ada indikator banyak pihak, dalam tanda petik ikan kakap yang terlibat," kata Herman ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.

    Herman mengapresiasi Korps Adhyaksa yang sudah bertindak tepat dalam menyita dan mengamankan aset, menggeledah, serta menahan para tersangka. Namun dia mengatakan, Kejaksaan Agung juga harus mengantisipasi penghilangan barang bukti dan aset kekayaan dalam kasus ini.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga mewanti-wanti agar tidak ada pembatasan masalah pada pelaku tertentu saja. Dia menduga ada aktor strategis dalam skandal yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 13,7 triliun itu.

    "Indikasi saya tersangka yang sudah ditangkap sekarang ini hanya alat. Barangkali cuma aktor lapangan. Yang mesti didalami Kejaksaan adalah aktor di belakang ini, aktor strategisnya," ujar dia.

    Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa. Politikus Partai Gerindra itu berujar, Komisi III akan melakukan pengawasan penegakan hukum melalui panitia kerja yang akan segera dibentuk. "Jangan sampai Kejaksaan melokalisir sesuatu yang sifatnya akhirnya menjadi pertanyaan publik," kata Desmond secara terpisah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.