Beri Vonis Romahurmuziy Lebih Ringan, Ini Alasan Majelis Hakim

Reporter

Editor

Amirullah

Terdakwa mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy bersiap membacakan pleidoi dalam sidang lanjutan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020. Ia dituntut 4 tahun penjara dalam kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama. KPK mendakwa anggota DPR ini menerima duit sekitar Rp 400 juta untuk memuluskan terpilihnya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kakanwil Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Hakim memvonis mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy alias Rommy lebih ringan dari tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satu pertimbangan yang meringankan karena Rommy mengembalikan uang yang ia terima.

“Keadaan yang meringankan bahwa terdakwa belum pernah dihukum, bahwa terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, bahwa terdakwa telah mengembalikan semua uang yang diterimanya, bahwa terdakwa tidak menikmati uang yang diterimanya,” ujar Hakim Fazhal Henri di Pengadilan Tipikor, Senin 20 Januari 2020.

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi memvonis Rommy dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Vonis ini lebih ringah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Rommy 4 tahun penjara.

Hakim menilai tuntutan ini cukup berat karena Rommy telah mengembalikan uang sebesar Rp 250 juta yang ia terima.

Selain itu, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, hakim menyebut Rommy dimanfaatkan oleh saudara sepupunya Abdul Wahab yang meminta uang sebesar Rp 41,4 juta untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Gresik.

“Majelis Hakim menilainya lamanya pidana tersebut relatif cukup berat, oleh karena dengan memperhatikan fakta yang terungkap di persidangan di mana di samping terdakwa telah mengembalikan uangnya yang diterima sebesar Rp 250 juta,” ucap Fazhal.






Kemenkes Masih Wajibkan Vaksin Meningitis Jamaah Umrah Meski Saudi Cabut Syarat

1 hari lalu

Kemenkes Masih Wajibkan Vaksin Meningitis Jamaah Umrah Meski Saudi Cabut Syarat

Polemik vaksin meningitis ini mencuat setelah sejumlah jemaah umrah dari Bandara Juanda, Surabaya, gagal berangkat. Pasokan menipis.


Kemenkes Stok Ulang Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh Awal Oktober

1 hari lalu

Kemenkes Stok Ulang Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh Awal Oktober

Menipisnya stok vaksin meningitis ini sempat berdampak pada batalnya keberangkatan sejumlah jemaah umrah dari Bandara Juanda, Surabaya.


KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

5 hari lalu

KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang dari swasta dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.


Dirapel Setahun, Tunjangan Insentif Guru Non-PNS Cair Paling Lambat November

12 hari lalu

Dirapel Setahun, Tunjangan Insentif Guru Non-PNS Cair Paling Lambat November

Kementerian Agama (Kemenag) sedang memproses pencairan tunjangan insentif bagi guru madrasah bukan pegawai negeri sipil (PNS).


PPP Bantah Dugaan Romahurmuzy Ikut Lengserkan Suharso Monoarfa dari Ketum PPP

19 hari lalu

PPP Bantah Dugaan Romahurmuzy Ikut Lengserkan Suharso Monoarfa dari Ketum PPP

Romy juga disebut mengulik jadwal kepulangan Suharso dari Paris agar proses pencopotannya sebagai Ketua Umum PPP berjalan tanpa kehadiran Suharso.


Kemenag Investigasi Kematian Santri Gontor, Ini Hasilnya

19 hari lalu

Kemenag Investigasi Kematian Santri Gontor, Ini Hasilnya

Dalam proses itu tidak ditemukan bekas luka maupun darah. Tak berselang lama, jenazah disalatkan di Masjid Gontor oleh ribuan santri.


Nama Romahurmuziy Disebut di Tengah Kisruh Pelengseran Suharso Monoarfa

23 hari lalu

Nama Romahurmuziy Disebut di Tengah Kisruh Pelengseran Suharso Monoarfa

Romy-sapaan Muhammad Romahurmuziy-disebut-sebut datang ke rumah Suharso Monoarfa untuk membicarakan hasil Mukernas.


Beasiswa Indonesia Bangkit untuk S1-S3, Pendaftaran Dibuka 10-14 September 2022

24 hari lalu

Beasiswa Indonesia Bangkit untuk S1-S3, Pendaftaran Dibuka 10-14 September 2022

Pendaftaran beasiswa dibuka pada 10 -14 September 2022. BeasiswaIndonesia Bangkit diperuntukkan bagi dosen, guru atau pendidik di lingkungan Kemenag.


Santri Ponpes Gontor Tewas Dianiaya, Kemenag Masih Godok Aturan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

24 hari lalu

Santri Ponpes Gontor Tewas Dianiaya, Kemenag Masih Godok Aturan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Regulasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren masih dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.


Kemenag Siapkan 10 Ribu Kuota Pendidikan Profesi Guru

31 hari lalu

Kemenag Siapkan 10 Ribu Kuota Pendidikan Profesi Guru

Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyiapkan 10 ribu kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG).