Belum Sebulan Bekerja, Firli KPK Klaim Tetapkan 22 Tersangka

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. KPK resmi menetapkan sepuluh orang tersangka baru dalam tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait proyek jalan dengan nilai sebesar Rp.2,5 triliun di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp.475 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. KPK resmi menetapkan sepuluh orang tersangka baru dalam tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait proyek jalan dengan nilai sebesar Rp.2,5 triliun di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp.475 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan bahwa Senin, 20 Januari 2020, bertepatan dengan 30 hari masa pimpinan KPK periode 2019-2024. Selama 21 hari efektif bekerja, Firli mengklaim pihaknya telah menetapkan 22 tersangka.

    Hal ini disampaikannya setelah rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen pada Senin 20 Januari 2020. "Saya harus sampaikan selama 21 hari, ada 22 orang yang sudah jadi tersangka dan ada 12 orang yang sudah ditahan," kata Firli.

    Adapun 10 orang lainnya disebut Firli hingga kini belum dilakukan penahanan. "Kami harus panggil yang bersangkutan terkait dengan perkara proyek pembangunan jalan di Bengkalis yang saya ekspos pada Jumat lalu," ujarnya.

    Bertepatan dengan 30 hari kepemimpinannya, Firli juga menyebut jajaran pimpinan KPK sepakat membangun sinergi, koordinasi dan komunikasi dengan seluruh Kementerian dan lembaga. Komisi III menjadi lembaga ke-10 yang didatanginya.

    "Komisi 3 yang merupakan mitra kerja KPK adalah lembaga ke-10 yang kami datangi. Masih ada 6 lagi yang kami agendakan antara lain pimpinan DPR dan 5 Kementerian. Jadi kami datang ke sini niat dan inisiatif pimpinan KPK sendiri. Bukan dari Komisi 3," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.