Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ribuan Warga Bandung Menderita ISPA

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Perubahan cuaca di musim kemarau yang berubah-ubah dan polusi udara yang meninggi di Bandung membuat penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut di kota ini meningkat. Setidaknya dalam enam bulan terakhir, penderita penyakit ini 40.145 ribu orang. Itu yang bukan kategori pneumonia. Adapun yang terkena pneumonia dan berusia lebih dari 5 tahun, 702 orangkata Rita Verita, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bandung kepada Tempo, Senin (4/8).Menurut Rita, penyebaran penyakit ini di Bandung cukup merata. ISPA bahkan juga menyerang anak-anak dan orang dewasa. Faktor penyebabnya adalah bakteri seperti Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus, dan virus seperti Mikrovirus, Adenovirus, ujarnya.Bakteri itu, menurut Rita, muncul dari lingkungan yang kotor. Udara yang cenderung berubah-ubah dan polusi udara yang meninggi, Gejala umumnya mirip dengan influenza paparnya.Karena sifatnya akut, biasanya disertai demam, pilek, batuk, dan pusing. Kalau sudah berat, biasanya juga diikuti sesak nafas, Pasien yang sudah terkena biasanya harus langsung diobati dan disarankan istirahat, makan teratur supaya lekas sembuh.Sejauh ini, Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan beberapa kegiatan seperti pelatihan untuk petugas kesehatan di puskesmas-puskesmas. Biasanya pelatihan dilakukan di aula lingkungan dinas kesehatan,ujarnya.Selain itu juga monitoring evaluasi kepada petugas kesehatan di puskesmas-puskesmas satu tahun dua kali. Kami sudah melakukan evaluasi pada triwulan ke-2 dan nanti akan dilakukan lagi pada triwulan ke-4,kata Rita.Menurut Rita, biasanya rumah sakit yang memberi laporan ke dinas kesehatan nantinya akan direkapitulasi oleh dinas kesehatan. Jika ada penyakit yang lebih parah, maka dinas kesehatan akan merujuk pasien ke rumah sakit,ujarnya.Adapun penyuluhan masyarakat, dinas kesehatan berkoordinasi dengan puskesmas, baik di dalam gedung, maupun di luar gedung melakukan penyuluhan. Kami mengharapkan bisa melakukan penyuluhan untuk masyarakat sebulan sekali,katanya.Seperti diketahui, penyakit infeksi ini masih disebut pembunuh utama kematian bayi serta balita di Indonesia. Merujuk konferensi Internasional mengenai ISPA di Canberra, Australia, pada Juli 1997, yang menemukan empat juta bayi dan balita di negara-negara berkembang meninggal tiap tahun akibat ISPA. Pada akhir 2000, diperkirakan kematian akibat pneumonia -sebagai penyebab utama ISPA- di Indonesia mencapai lima kasus di antara 1.000 bayi/balita. Artinya, pneumonia mengakibatkan 150 ribu bayi atau balita meninggal tiap tahunnya, atau 12.500 korban per bulan, atau 416 kasus sehari, atau 17 anak per jam, atau seorang bayi tiap lima menit. Hingga akhir 2001, Mataram, Nusa Tenggara Barat mencatat ISPA sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat: 206 ribu orang. Sementara, penderita Pneumonia mencapai 41 ribu orang. Jakarta sendiri juga mencatat ISPA sebagai penyakit yang paling banyak diderita warganya: 1998, 827 ribu dan 1999, 1 juta orang. Tingginya penderita ISPA di Jakarta, itu terkait dengan tingginya pencemaran -70 persen berasal dari kendaraan bermotor. Umunya Dinas Kesehatan mengklasifikasikan penderita ISPA menjadi dua Pnemonia berat dan bukan Pnemonia. Klasifikasi bukan-pnemonia mencakup kelompok balita penderita batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batuk-pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini. Adelheid Sidharta
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Inilah 5 Bahan Alami Buat Meredakan ISPA

28 Agustus 2023

Ilustrasi anak penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).  ANTARA/FB Anggoro
Inilah 5 Bahan Alami Buat Meredakan ISPA

ISPA dapat menyebabkan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, dan bahkan dapat berkembang menjadi masalah pernapasan yang lebih serius.


Ketahui Penyakit ISPA, Gejala dan Pencegahannya

2 Desember 2022

Warga korban gempa Cianjur membawa bantuan dari Istana kepresidenan di Kampung Sarampad Kecamatan Cugenang , Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat 26 November 2022. Para pengungsi yang tinggal ditenda yang didirikan secara mandiri masih sangat membutuhkan  beras, minyak, sayur, telur, pampers orang tua dan bayi, susu, selimut. Data dari BNPB mencatat pada hari kelima korban meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur sebanyak 310 serta 24 orang masih belum ditemukan.  Tempo/Amston Probel
Ketahui Penyakit ISPA, Gejala dan Pencegahannya

Dua ribuan pengungsi gempa Cianjur disergap ISPA. ISPA merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut, gejalanya pun ada yang ringan sedang dan berat.


4 Jenis Penyakit yang Mengintai di Musim Hujan

22 Februari 2018

Ilustrasi perempuan sakit. Shutterstock
4 Jenis Penyakit yang Mengintai di Musim Hujan

Ada empat jenis penyakit yang mengancam saat musim hujan. Salah satunya muncul karena kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan.


Aktivitas Gunung Dokuno Meningkat, Masyarakat Butuh Masker

11 Januari 2017

Ilustrasi Gunung Meletus.
Aktivitas Gunung Dokuno Meningkat, Masyarakat Butuh Masker

Abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Dokuno dikeluhkan masyarakat, terutama yang bermukim di Kota Tobelo, karena mengganggu aktivitas mereka.


Kemarau, 30 Ribu Warga Sampang Terserang ISPA

28 Agustus 2015

TEMPO/Gunawan Wicaksono
Kemarau, 30 Ribu Warga Sampang Terserang ISPA

Warga Sampang diingatkan bahwa ISPA juga bisa dicegah dengan menggunakan masker saat banyak beraktivitas di luar rumah.


Ribuan Warga Terpapar Debu Panas Batubara di Barito Kuala  

18 Agustus 2015

Ilustrasi tambang batubara. ANTARA/Muhammad Adimaja
Ribuan Warga Terpapar Debu Panas Batubara di Barito Kuala  

Debu batubara itu juga diklaim merusak lahan pertanian warga.


5 Langkah Tepat Cegah ISPA Saat Mudik Lebaran

11 Juli 2015

Dailymail.co.uk
5 Langkah Tepat Cegah ISPA Saat Mudik Lebaran

"ISPA seringkali membuat badan jadi lemas, sehingga berbahaya kalau mengemudi, termasuk konsentrasi menurun," kata dia.


Yogyakarta Panas Ekstrem, Warga Waspada ISPA

13 Oktober 2014

Sejumlah murid SD Dawuhan 2, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah menggunakan masker saat belajar di sekolahnya, Sabtu 13September 2014. Pihak sekolah mewajibkan murid memakai masker untuk meminimalisir gangguan ISPA dampak abu vulkanik Gunung Slamet. TEMPO/Budi Purwanto
Yogyakarta Panas Ekstrem, Warga Waspada ISPA

Warga Yogyakarta disarankan menambah frekuensi mandi dan minum air dua kali lebih banyak.


Cara Mendeteksi Balita Kena ISPA

14 September 2012

Pneumonia. REUTERS/Oswaldo Rivas
Cara Mendeteksi Balita Kena ISPA

Untuk balita usia 0 - 2 bulan bisa dideteksi jika hentakan napasnya terjadi 60 kali per menit, berarti dia positif ISPA atau pneumonia akut.


Penderita Saluran Pernafasan Mencapai 9.000 Orang Setiap Bulan

10 Desember 2009

Penderita Saluran Pernafasan Mencapai 9.000 Orang Setiap Bulan

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan rata rata setiap bulannya terdapat 9.000 warga mengeluhkan terjangkit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).