Mahfud MD Sebut Abu Sayyaf Penculik 5 WNI di Laut Malaysia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bertemu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bertemu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan penculik lima warga negara Indonesia (WNI) di perairan Malaysia pekan lalu adalah Abu Sayyaf. Ia mengatakan penculikan tersebut didalangi sosok yang sama dengan penculikan tiga WNI yang terjadi pada akhir tahun lalu.

    "Justru penculiknya sama (dengan kasus penculikan akhir 2019)," kata Mahfud saat ditemui di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.

    Mahfud mengatakan akan membahas hal ini terlebih dulu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Pasalnya, penculikan terjadi di perairan yang merupakan wilayah Malaysia. Ia menyesalkan kejadian ini terjadi, tak lama setelah tiga WNI yang diculik terdahulu dibebaskan.

    "Memang apa namanya kita berhasil membebaskan tiga, tiba-tiba lima diambil lagi. Kan ini masalah keamanan di laut, dan lautnya kan bukan laut Indonesia," kata Mahfud.

    Mahfud juga mengatakan telah memikirkan beberapa upaya agar kejadian ini tak terus berulang. Salah satunya, ia sepakat dengan imbauan Kementerian Luar Negeri, yang merekomendasikan nelayan Indonesia tak melaut di perairan Malaysia.

    "Itu salah satu pemikiran. Banyaklah pemikiran itu. Kan aneh juga baru bebas tiga diambil lima lagi. Terus sampai kapan kita kalah dengan perompak begitu," kata Mahfud.

    Lima orang nelayan yang masih hilang adalah Riswanto bin Hayono, Edi bin Lawalopo, La Baa, Arizal Kastamiran, dan Arshad bin Dahlan. Mereka diketahui ada di kapal tug boat dengan nomor SSK 00543, yang berisi delapan penumpang.

    Pada 15 Januari 2020, kapal tersebut dilaporkan hilang. Dua hari kemudian, kapal tug boat ditemukan dengan hanya berisi tiga penumpang. Mitra dari Malaysia memberitahukan Satuan Tugas Tawi-Tawi Filipina, insiden ini terjadi di perairan Tambisan di Lahad Datu, Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.