Gerindra Sebut DPR Siap Kawal Omnibus Law Jokowi Rampung 100 Hari

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad usai mengajukan diri sebagai penjamin tersangka Mustofa Nahra di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 3 Juni 2019 (Andita Rahma)

    Politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad usai mengajukan diri sebagai penjamin tersangka Mustofa Nahra di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 3 Juni 2019 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya dan beberapa fraksi lain di DPR siap mengawal pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja. Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan RUU itu rampung dalam seratus hari kerja.

    "Kami siap mengawal, kami siap mengawal dan ya teman-teman bukan cuma Gerindra," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Beberapa fraksi, ujar dia, banyak fraksi siap mengawal pembahasan Omnibus Law untuk kepentingan masyarakat.

    Dasco optimistis Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja itu bisa rampung dalam waktu yang ditargetkan Jokowi, asalkan semua pihak berkomitmen mengerjakannya. Selain membahas di parlemen, kata Dasco, DPR akan melakukan sosialisasi ke pelbagai pihak. "Sepanjang semua pihak beritikad baik dan sosialisasi yang baik dengan pihak-pihak terkait saya pikir apa yang disampaikan presiden itu bukan hal mustahil," ujar Wakil Ketua Umum Gerindra ini.

    Menurut Dasco, sosialisasi juga harus digalakkan belajar dari pengalaman DPR sebelumnya. Pada periode 2014-2019, sejumlah RUU batal disahkan karena menuai kontroversi di masyarakat. Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja masuk dalam daftar program legislasi (Prolegnas) prioritas 2020. Presiden Jokowi dalam sejumlah kesempatan meminta agar RUU itu rampung dalam 100 hari.

    Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengkritik target Jokowi ini. Menurut dia, target itu kelewat ambisius dan rentan menimbulkan masalah. "Target 100 hari Jokowi justru bisa membuat proses pembahasan menjadi tergesa-gesa dan tidak berkualitas," ujar Lucius saat dihubungi Tempo pada Jumat, 17 Januari 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.