Tim Hukum PDIP Datangi Dewan Pers: Mau Konsultasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 10 Januari 2020 dini hari. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 10 Januari 2020 dini hari. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Advokasi PDIP untuk kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan mendatangi Gedung Dewan Pers pada Jumat, 17 Januari 2020. Mereka akan berkonsultasi dengan Dewan Pers mengenai pemberitaan seputar operasi tangkap tangan KPK terhadap Wahyu, yang menyeret nama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

    "Mau audiensi dulu, dengan Dewan Pers," kata kuasa hukum PDIP Teguh Samudra, di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

    Teguh mengatakan datang ke Dewan Pers bukan untuk melaporkan pemberitaan. Dia mengatakan hanya ingin berkonsultasi dengan Dewan Pers. "Mengenai bagaimana mendudukan media supaya sebagai pihak demokrasi bekerja dengan baik."

    PDIP membentuk tim hukum setelah sejumlahnya kadernya terseret dalam pusaran kasus suap Wahyu Setiawan. KPK menetapkan caleg PDIP Harun Masiku dan kadernya Saeful Bahri menjadi tersangka pemberi suap. Mereka disangka memberikan Rp 900 juta kepada Wahyu untuk memuluskan langkah Harun menjadi anggota DPR lewat jalur pergantian antarwaktu.

    Ruangan Hasto di Kantor DPP PDIP sempat akan disegel oleh tim KPK pada Kamis, 9 Januari 2020. Akan tetapi petugas KPK dihalangi oleh satuan pengamanan kantor.

    Teguh dalam konferensi pers Rabu, 15 Januari 2020, menganggap tim KPK berencana menggeledah ruangan di PDIP. Upaya penggeledahan itu, kata dia, ilegal karena tak mengantongi izin Dewan Pengawas. Namun, KPK menyatakan timnya tidak berencana menggeledah, melainkan hanya menyegel. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan tim KPK dilengkapi dengan surat tugas lengkap untuk menyegel.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.