Polri dan TNI Tutup Lubang Bekas Pertambangan Ilegal di Bogor

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdiri di halaman rumahnya yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, Minggu 12 Januari 2020. Hingga Hari ke-12 setelah bencana sebagian besar korban longsor dan banjir bandang di lokasi tersebut mengaku belum mendapat bantuan akibat jalan yang masih terputus dan sangat berharap pemerintah segera merealisasikan dana bantuan untuk jaminan hidup (jadup) serta dana rehabilitasi untuk perbaikan rumah mereka. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Warga berdiri di halaman rumahnya yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, Minggu 12 Januari 2020. Hingga Hari ke-12 setelah bencana sebagian besar korban longsor dan banjir bandang di lokasi tersebut mengaku belum mendapat bantuan akibat jalan yang masih terputus dan sangat berharap pemerintah segera merealisasikan dana bantuan untuk jaminan hidup (jadup) serta dana rehabilitasi untuk perbaikan rumah mereka. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Personel Polri dan TNI menutup puluhan lubang bekas pertambangan ilegal di wilayah Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor.

    "Jumlah lubang penambang emas tanpa izin di wilayah Bogor Barat memang cukup banyak, namun yang paling memprihatinkan ada di Kecamatan Nanggung ini", ujar Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Muhammad Joni dalam keterangan tertulis, pada Rabu, 15 Januari 2020.

    Penutupan lubang bekas tambang ilegal ini menjadi langkah lanjutan dari penyelidikan penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten. Sebab, puluhan titik itu diduga menjadi penyebab terjadinya bencana alam.

    "Harus ada kajian setelah ini. Apalagi Kota dan Kabupaten Bogor juga dikenal dengan nama Kota Hujan," ucap Joni.

    Sampai saat ini, polisi telah menetapkan MAR dan ATA, dua orang penambang ilegal sebagai tersangka. "Kedua orang ini pemodal, termasuk pemilik pengolahan emas. Masing-masing juga punya lubang tambang di kawasan Gunung Puntang," kata Joni.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mencatat jumlah pengungsi akibat banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut mencapai 17.200 jiwa atau 4.368 kepala keluarga (KK). Bencana itu melanda 12 desa di enam kecamatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?