KPK Segera Tetapkan Harun Masiku Jadi Buron

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang dolar Singapura dan buku tabungan sebagai barang bukti OTT Komisioner KPU RI, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Empat orang tersangka tersebut yaitu: Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Agustiani Tio Fridelina dan pemberi suap Harun Masiku dan Saeful. TEMPO/Imam Sukamto

    Uang dolar Singapura dan buku tabungan sebagai barang bukti OTT Komisioner KPU RI, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Empat orang tersangka tersebut yaitu: Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Agustiani Tio Fridelina dan pemberi suap Harun Masiku dan Saeful. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi tengah memproses surat untuk memasukkan caleg PDIP Harun Masiku ke dalam Daftar Pencarian Orang alias buron. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan pihaknya tengah membuat surat tersebut yang akan dikirimkan ke polri.

    "Mudah-mudahan suratnya bisa dikirim hari ini ke polri," kata dia saat dihubungi, Rabu, 15 Januari 2020.

    Nawawi mengatakan Deputi Penindakan KPK sedang membuat surat permintaan bantuan polri untuk status DPO. Meski demikian, ia yakin kepolisian akan memberikan perhatian dalam kasus ini mengingat ada nota kesepahaman dengan KPK.

    KPK menetapkan Harun bersama pihak swasta, Saefulah sebagai tersangka pemberi suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan bekas Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Ia diduga memberikan Rp 900 juta untuk memuluskan langkahnya menjadi anggota DPR lewat mekanisme Pergantian Antar Waktu.

    KPK menangkap Wahyu, Agustiani dan Saeful dalam rangkaian OTT yang dilakukan 8 Januari 2020. Akan tetapi, Harun kabur dalam operasi ini.

    Keberadaan Harun memiliki dua versi berbeda. Direktorat Jenderal Imigrasi menyebutkan bahwa Harun masih berada di luar negeri sejak 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan.

    Akan tetapi, KPK mengidentifikasi bahwa Harun masih berada di Indonesia pada hari OTT. Tim penyidik KPK bahkan sempat membuntuti Harun saat menuju ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?