Jokowi Sebut Ibu Kota Baru akan Diisi Transportasi Tanpa Awak

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi jalan di wilayah ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 17 Desember 2019, yang licin saat hujan. Tempo/Friski Riana

    Kondisi jalan di wilayah ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 17 Desember 2019, yang licin saat hujan. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan ibu kota baru di Kalimantan nanti akan diisi oleh kendaraan tanpa awak (autonomous vehicle) dan mobil listrik. Jokowi menyebut hal ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah membentuk lingkungan yang lebih maju.

    "Saya juga memiliki mimpi besar agar kita menjadi ibu kota negara pertama yang transportasi masssalnya, transportasi pribadinya pakai electric car dan autonomous, sehingga semua murah," kata Jokowi saat memberi sambutan di Pelantikan Pengurus HIPMI periode 2019-2022, di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.

    Jokowi menegaskan pemindahan ibu kota tak hanya berarti sebatas memindahkan gedung pemerintahan saja. Namun ada perubahan pola dan kultur kerja. Pemerintah akan menerapkan sistem yang akan mendukung ini, termasuk di antaranya lewat transportasi yang lebih maju.

    "Jadi orang ikut sistem yang kita kerjakan. Orang berfikir memindahkan lokasi, gedung, bukan itu. Kami ingin ada pemindahan kultur kerja," kata Jokowi.

    Ibu kota baru nanti akan berdiri di tanah Kalimantan, tepatnya di dua kabupaten, yakni Penajam Passer Utara dan Kutai Kartanegara. Saat ini, desain ibu kota baru sudah ada lewat sayembara yang dilakukan istana.

    Jokowi pun meminta agar pengurus HIPMI bisa ikut mendukung perpindahan ibu kota ini.

    "Saya berharap dukungan penuh keluarga besar HIPMI dalam rangka sebuah perpindahan ke peradaban yang lebih baik," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?