Polda Jawa Tengah Segel Istana Keraton Agung Sejagad

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu simbol di dalam ruangan Keraton Agung Sejagat. Kepolisian Resor Purworejo, Jawa Tengah bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana akan melakukan klarifikasi munculnya Keraton Agung Sejagad. Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani menyampaikan sementara ini pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar agar tidak resah. Twitter.com

    Salah satu simbol di dalam ruangan Keraton Agung Sejagat. Kepolisian Resor Purworejo, Jawa Tengah bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana akan melakukan klarifikasi munculnya Keraton Agung Sejagad. Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani menyampaikan sementara ini pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar agar tidak resah. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Jawa Tengah menyegel bangunan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Purworejo pada Selasa malam, 14 Januari 2020. Ini dilakukan pasca penangkapan ratu dan permaisuri keraton tersebut pada Selasa sore.

    "Mengambil barang-barang bukti dan menutup lokasi dengan police line. Tadi malam oleh Brimob Polda, dibantu oleh Polres Purworejo dan unsur elemen masyarakat sekitar," kata salah kata salah seorang warga Purworejo, Luhur Pambudi Mulyono, yang kini menjabat sebagai anggota dewan pendidikan Provinsi Jawa Tengah saat dihubungi, Rabu 15 Januari 2020.

    Menurut Luhur, polisi membawa alat bukti seperti perlengkapan jumenengan, panji-panji serta atribut Keraton Agung Sejagad.

    Kemarin sore, raja dan istrinya ditangkap berdasarkan laporan Camat Kecamatan Bayah kepada Sekretaris Daerah. Sekda kemudian menggelar rapat bersama dinas-dinas terkait serta tokoh masyarakat, dan memutuskan bahwa aktivitas Keraton Agung Sejagad meresahkan dan melanggar norma.

    Raja yang bernama lengkap Totok Santosa Hadinigrat bersama istrinya Dyah Gitarja diringkus polisi di tengah perjalanan dari kediamannya di Yogyakarta menuju lokasi keraton. Menurut penuturan Luhur, saat itu keduanya hendak bertemu dengan para awak media.

    "Kemarin sore jam 17.00 itu ratu mau ngopi dengan wartawan. Ratu dari Yogya ke lokasi di Desa Pongah. Tapi di jalan ditangkap," kata dia. Raja dan ratu dengan nama asli Totok Santosa dan Fanni Aminadia ini kini ditahan di Polda Jawa Tengah.

    Keraton Agung Sejagad, dipimpin Sinuhun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Pengikut Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang. Penasihat Keraton Agung Sejagad, Resi Joyodiningrat, menegaskan Keraton Agung Sejagad bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

    Joyodiningrat mengatakan Keraton Agung Sejagad merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018.

    Menurut dia, perjanjian 500 tahun dilakukan Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat sehingga wilayah itu merupakan bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.

    Dengan berakhirnya perjanjian itu, kata Jodiningrat, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengendalikan dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagad sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?