Jokowi Sebut Calon Penggantinya Hadiri Pelantikan Pengurus HIPMI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden Joko Widodo saat menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hadir dalam acara pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019-2024, di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020. Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung soal calon penggantinya di jabatan presiden pada 2024 mendatang.

    "Kalau 2024 nanti kemungkinan yang hadir di sini adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu," kata Jokowi yang diikuti sorak sorai peserta.

    Dalam pelantikan itu, hadir sejumlah pebisnis yang terjun ke dunia politik. Kebanyakan di antara mereka adalah anggota HIPMI. Mereka adalah Sandiaga Uno yang merupakan mantan calon wakil presiden yang menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019, Erick Thohir yang menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara, Bahlil Lahadalia yang kini Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal, hingga politikus Golkar yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

    Jokowi membahas hal ini karena sebelumnya, Bahlil yang Ketua Dewan Pembina HIPMI, membahas hal ini pada sambutannya. Meski mengaku sepakat dengan Bahlil, namun Jokowi enggan menyebut sosok penggantinya. "Tapi saya tak menyebutkan orangnya siapa. Bisa saja yang berdiri tadi (memberi sambutan - Bahlil)," kata Jokowi terkekeh.

    Di awal sambutannya, Jokowi juga menyapa Sandiaga Uno. Sapaan Jokowi ini disambut sorak sorai peserta pelantikan. Meski begitu, Jokowi menyampaikan satu pesan singkat. "Hati-hati 2024," kata Jokowi, kembali diikuti riuh sorakan peserta.

    Jokowi adalah mantan anggota HIPMI. Dia pengusaha kayu dari Solo yang kemudian maju menjadi Wali Kota Solo. Ia maju menjadi Gubernur DKI Jakarta, sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden pada 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.