Kasus Jiwasraya, Kejakgung Rahasiakan Peran 5 Tersangka

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Desember 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Desember 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Adi Toegarisman merahasiakan peran masing-masing tersangka kasus korupsi dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

    "Masih tahap penyidikan. Kami enggak mungkin jelaskan peran masing-masing. Itu kan masih strategi kami," kata Adi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa malam 14 Januari 2020.

    Adi hanya berjanji peran kelima tersangka kasus Jiwasraya akan dijelaskan secara terbuka kepada khalayak.

    Dia tak memastikan kapan konferensi pers tentang perkembangan terbaru pengusutan kasus Jiwasraya diadakan.

    "Ini kan masih penyidikan perkara. Yang bersangkutan masih berjalan secara keseluruhan. Perannya berarti kita menjelaskan rangkaian perbuatannya. Ini kan masih penyidikan. Semua langkah hukum akan kami lakukan."

    Kejakgung menetapkan 5 tersangka dari 9 saksi yang diperiksa pada Selasa lalu.

    Berdasarkan perhitungan BPK negara dirugikan Rp 10,4 triliun dalam kasus Jiwasraya.

    Para tersangka tadi adalah Komisaris PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk. Heru Hidayat.

    Dua lainnya adalah pensiunan karyawan Jiwasraya Syahmirwan dan bekas Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?