Menteri Tjahjo Minta Kementerian Segera Pangkas Eselon 3 dan 4

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi Polri dan segenap jajaran yang telah berupaya menciptakan perubahan kinerja yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi Polri dan segenap jajaran yang telah berupaya menciptakan perubahan kinerja yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo meminta agar seluruh kementerian dan lembaga untuk segera memangkas jabatan eselon 3 dan 4 demi efisiensi. Penyegeraan ini, kata Tjahjo, bisa dilakukan karena peta jalan (roadmap) pemangkasan eselon sudah selesai.

    "Besok tanggal 16 kami akan mengundang sekjen dan sesmen kementerian, mengundang sekda kabupaten kota, provinsi seluruh Indonesia, untuk menyampaikan konsepnya bahwa target kami tahun ini semua selesai," kata Tjahjo di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020.

    Reformasi birokasi ini, kata Tjahjo, memangkas eselon 3 dan 4 menjadi jabatan fungsional saja. Tujuannya, agar mereka dapat lebih cepat mengambil keputusan.

    "Menghilangkan pola pikir eselon untuk mempercepat mengambil keputusan, mempercepat melayani masyarakat, mempercepat memberikan izin, itu menjadi arahan bapak presiden," kata Tjahjo.

    Di Kementerian PAN RB saja, kata Tjahjo, hanya tinggal pejabat struktural yang bertahan. Ia berharap pemangkasan bisa dilakukan secara bertahap oleh kementerian atau lembaga sepanjang tahun ini. Ia menyerahkan kebijakan pemangkasan ke lembaga masing-masing.

    "Masing-masing kementerian juga sama. Kayak di Kementerian Agama itu setuan kerjanya sampai 3.000 lebih, nanti bagaimana cari yang terbaik," kata Tjahjo.

    Tjahjo mengatakan Kemenpan RB hanya menyiapkan konsep saja. Konsep ini juga mendapat masukan dari sejumlah pihak, seperti Universitas Indonesia, KSN, BKN, hingga LAN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?