Mahfud MD Segera Bahas Langkah Konkret Atasi Kasus PT Asabri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD akan segera menemui Menteri BUMN Erick Thohir untuk membicarakan langkah konkret mengatasi persoalan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). "Eric Thohir masih di luar negeri. Dalam dua atau tiga hari ini saya akan ketemu untuk mengonkretkan langkah-langkah yang diperlukan," kata Mahfud seusai dialog kebangsaan dengan tema "Merawat Persatuan, Menghargai Perbedaan" di Auditorium Prof. K.H. Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Selasa, 14 Januari 2020.

    Menurut Mahfud, berdasarkan informasi yang diterimanya, kasus korupsi dalam PT Asabri memiliki modus yang hampir sama dengan kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. "Informasinya 'kan begitu, nanti ditunggu saja."

    Ia mengatakan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani akan bertemu untuk memastikan dugaan korupsi di PT Asabri seperti yang diwartakan di media massa.

    Selain itu, kata Mahfud, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI hingga saat ini juga masih melakukan validasi untuk menemukan bukti korupsi di PT Asabri. "Nanti ditunggu dahulu (temuan dari BPK) masih divalidasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?