Mahfud MD Anggap Yel Islam Yes Kafir No Ganggu Keutuhan Bangsa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat akan meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. Mahfud datang untuk menyerahkan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). TEMPO/Imam Sukamto

    Gestur Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat akan meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. Mahfud datang untuk menyerahkan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut yel-yel Islam yes kafir no mengganggu keutuhan bangsa. Yel-yel itu diajarkan pembina Pramuka di SD Timuran, Prawirotaman, Yogyakarta.

    "Merendahkan keberagaman dan keber-agamaan," kata Mahfud seusai dialog kebangsaan bertajuk Merawat Persatuan Menghargai Keberagaman di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Mahfud menyebut tindakan orang yang mengajarkan yel-yel itu sebagai kebodohan. Karena itu dia meminta Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan pembinaan terhadap pembina Pramuka tersebut.

    "Jangan-jangan gurunya agak bego. Masak ada yel-yel itu. Panggil pembina Pramukanya," kata dia.

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku menyesalkan adanya pembina Pramuka yang mengajarkan yel-yel tersebut. Dia menyebut pembina Pramuka itu tidak pada tempatnya mengajarkan hal itu.

    "Itu tidak betul. Bukan tempatnya mengatakan seperti itu. Di Indonesia tidak ada kafir. Saya sangat menyesalkan itu terjadi," kata Sultan di lokasi yang sama.

    Diberitakan sebelumnya, seorang pembina Pramuka dari Gunungkidul mengajarkan tepuk dengan kata Islam yes, kafir no di akhir tepuk saat memberikan pelatihan di sebuah SD Timuran, Prawirotaman, Kota Yogyakarta pada Jumat, 10 Januari 2020.

    Pembina itu meminta maaf setelah salah satu wali murid memprotes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?