Partai Nasdem Targetkan Menang 70 Persen pada Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Partai NasDem, Saan Mustopa mengajak Walikota Bandung, Ridwan Kamil Blusukan ke Karawang, 14 Mei 2017. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak popularitas Ridwan di pelosok Jawa Barat. TEMPO/HISYAM LUTHFIANA

    Ketua DPD Partai NasDem, Saan Mustopa mengajak Walikota Bandung, Ridwan Kamil Blusukan ke Karawang, 14 Mei 2017. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak popularitas Ridwan di pelosok Jawa Barat. TEMPO/HISYAM LUTHFIANA

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Nasdem mentargetkan kemenangan sebesar 70-80 persen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. "Target di antara tujuh puluh sampai delapan puluh persen, dan di situ ada kader-kader Nasdem," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Saan Mustopa saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.

    Angka itu lebih tinggi dari target Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menargetkan kemenangan 60 persen. Saan mengatakan partainya pernah menjadi pemenang pertama dan kedua pada pilkada sebelumnya. “Nasdem ingin mempertahankan posisi itu.”

    Nasdem memetakan daerah-daerah yang diprediksi dimenangi. Saan mengklaim partai besutan Surya Paloh ini sudah relatif kuat di luar Pulau Jawa, seperti di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat.

    Nasdem juga sedang menyisir daerah yang bisa mengusung calon sendiri atau perlu berkoalisi dengan partai lain. Meski memiliki suara mayoritas, koalisi tetap dipertimbangkan demi menyokong pemerintahan kepala daerah yang akan berjalan jika menang.

    "Tidak hanya semata-mata memenuhi batas pencalonan, tapi pascapencalonan penting juga menjaga kontinuitas program-program yang sudah dijanjikan oleh calon yang terpilih," ujar Saan. Meski begitu, di sisi lain Saan mengklaim partainya tak ingin membuat koalisi yang terlalu gemuk. Jika suara Nasdem sudah mayoritas, ujar dia, kemungkinan hanya satu atau dua partai saja yang akan digandeng.

    Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan, partainya juga sudah mulai menjajaki komunikasi koalisi dengan partai lain. "Udah, misalnya kayak kami dengan PKS udah jajaki Jawa Barat," kata Ketua DPW Nasdem Jawa Barat ini.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.