Pesan ICW untuk Hasto Kristiyanto Jika Terlibat Suap KPU

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Makassar - ICW (Indonesia Corruption Watch) mendorong Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kooperatif terhadap penegak hukum jika dia terlibat dugaan suap di KPU.

    “Kalau memang ada dugaan keterlibatan harusnya kooperatif. Kalau dipanggil jadi saksi harus hadir,” kata Divisi Hukum Indonesia ICW Kurnia Ramadhana di Kota Makassar pada Senin lalu, 13 Januari 2020.

    Kurnia menuturkan kalau Hasto Kristiyanto diduga terlibat oleh KPK, PDIP harus memberikan data yang relevan kepada lembaga antirasuah itu.

    Di sisi lain, dia menyarankan KPK harus berani memeriksa Hasto Kristiyanto dan pihak lain yang diduga terlibat kasus suap Wahyu Setiawan, tersangka yang telah mengundurkan diri dari KPU.

    Menurut Kurnia, kaderisasi dalam partai politik berpotensi menjurus praktik-praktik korupsi dalam pemilihan umum. Bahkan pemilu kerap kali dijadikan sumber utama kejahatan, apalagi muncul dugaan ada mahar politik dalam pendaftaran calon legislatif.

    “Pada dasarnya, bagaimana penegak hukum lebih awas lagi di Pemilu mendatang,” ucapnya.

    KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan dan tiga kader PDIP, antara lain Harun Masiku dan Saeful Bahri, menjadi tersangka. Saeful adalah staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

    Harun Masiku diduga menyuap untuk mendapatkan kursi DPR dengan modus melalui pergantian antarwaktu (PAW) Riezky Aprilia, anggota DPR Komisi IV dari Dapil Sumsel I.

    Hasto Kristiyanto telah membantah terlibat. Bahkan, dia menilai PDIP menjadi korban framing terlibat suap Wahyu Setiawan. Pers dinilainya ikut melakukan framing tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?