Diadukan ke MKD, Wakil Ketua DPR: Semoga Tak Dipolitisasi

Azis Syamsudin dipilih kembali menjadi Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI) usai Munas III di Jakarta, 22-24 Februari 2019. (PCI)

TEMPO.CO, JakartaWakil Ketua DPR Azis Syamsudin menanggapi pelaporan dirinya ke Mahkamah Kehormatan Dewan atas tuduhan terlibat dalam perkara suap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. 

Azis mengatakan dia menghargai proses yang berjalan. Namun, dia berharap pelaporan tersebut bukan politisasi untuk pembunuhan karakter.

"Sebagai warga negara saya menghargai proses yang sedang berjalan, dan terkait dengan diri saya saya, saya berharap tidak dipolitisasi yang mengarah kepada pembunuhan karakter," kata Azis melalui pesan singkat, Senin malam, 13 Januari 2020.

Salah satu pelapor, Agus Rihat mengatakan, Azis diadukan atas dugaan meminta fee untuk pengesahan DAK Lampung Tengah tahun 2017 tersebut. Agus mengatakan dugaan keterlibatan Azis mencuat dari pengakuan Mustafa yang disampaikan ketika membesuk ayahnya di Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah pada akhir Desember 2019.

Pengakuan tersebut dimuat di beberapa media massa. Menurut Mustafa, Azis sebagai Ketua Badan Anggaran DPR meminta fee sebesar 8 persen dari DAK 2017 Lampung Tengah yang berhasil disahkan. Mustafa sendiri telah menjadi terpidana dalam perkara suap itu.

Azis membantah tudingan dirinya meminta fee. "Tidak benar," kata politikus Golkar ini.






Jenderal Dudung Klaim Tak Dapat Pesan Permintaan Maaf dari Effendi Simbolon

9 hari lalu

Jenderal Dudung Klaim Tak Dapat Pesan Permintaan Maaf dari Effendi Simbolon

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengaku belum menerima pesan permohonan maaf dari anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon.


MKD Hentikan Kasus Effendi Simbolon, Ini Sejumlah Faktanya

10 hari lalu

MKD Hentikan Kasus Effendi Simbolon, Ini Sejumlah Faktanya

Politikus PDIP Effendi Simbolon sempat mendapatkan kecaman dari prajurit TNI atas ucapannya dalam rapat Komisi I DPR RI.


Tak Hanya ke TNI, Effendi Simbolon Didesak Minta Maaf ke Ormas

10 hari lalu

Tak Hanya ke TNI, Effendi Simbolon Didesak Minta Maaf ke Ormas

Effendi Simbolon didesak mengajukan permohonan maaf ke ormas atas ucapannya.


MKD Putuskan Laporan terhadap Effendi Simbolon Tidak Ditindaklanjuti

10 hari lalu

MKD Putuskan Laporan terhadap Effendi Simbolon Tidak Ditindaklanjuti

Effendi Simbolon lolos dari sanksi MKD DPR. Aduan terhadap dirinya dinyatakan tidak ditindaklanjuti.


Setelah Effendi SImbolon, Jenderal Dudung Abdurachman akan Dipanggil MKD

10 hari lalu

Setelah Effendi SImbolon, Jenderal Dudung Abdurachman akan Dipanggil MKD

Setelah Effendi Simbolon, MKD DPR berencana memanggil KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Pemanggilan untuk klarifikasi video viral Dudung.


Meski Effendi Simbolon Sudah Minta Maaf, Pelapor Minta Sanksi Tetap Ditegakkan

10 hari lalu

Meski Effendi Simbolon Sudah Minta Maaf, Pelapor Minta Sanksi Tetap Ditegakkan

Bernard Denny Namang, meminta MKD tetap melanjutkan proses penyelidikan terhadap Effendi Simbolon meski sudah meminta maaf


MKD Tetap Proses Aduan Terhadap Effendi Simbolon

11 hari lalu

MKD Tetap Proses Aduan Terhadap Effendi Simbolon

MKD akan memeriksa Effendi Simbolon pada Kamis besok, 15 September 2022.


Effendi Simbolon yang Sebut TNI Seperti Gerombolan Ormas, Ini Rekam Jejaknya

11 hari lalu

Effendi Simbolon yang Sebut TNI Seperti Gerombolan Ormas, Ini Rekam Jejaknya

Effendi Simbolon, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, meminta maaf kepada TNI untuk ucapannya yang menyamakan dengan gerombolan ormas. Ini profilnya.


Effendi Simbolon Dilaporkan ke MKD, PDIP Akan Berupaya Agar Laporan Tak Dilanjutkan

11 hari lalu

Effendi Simbolon Dilaporkan ke MKD, PDIP Akan Berupaya Agar Laporan Tak Dilanjutkan

Fraksi PDIP akan melobi MKD DPR agar laporan terhadap Effendi Simbolon tidak dilanjutkan.


Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

11 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.