Pembunuhan Hakim PN Medan, Uang Rp 100 Juta Hingga Janji Umrah

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar (kiri) menghadirkan istri korban yang juga menjadi tersangka Zuraida Hanum dalam rilis kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin di Mapolda Sumatera Utara, Rabu, 8 Januari 2020. Polisi juga menyatakan bahwa Zuraida nekat berniat menghabisi nyawa sang suami karena dilatarbelakangi permasalahan rumah tangga. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

TEMPO.CO, Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polrestabes Medan merampungkan 15 adegan rekonstruksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri atau PN Medan Jamaluddin, Senin, 13 Januari 2020. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Andi Rian Djajadi mengatakan, rekonstruksi yang digelar ini hanya untuk tahap perencanaan saja. "Rekonstruksi ini terdapat 15 adegan dari 5 lokasi. Nanti akan ada rekonstruksi berikutnya," kata Andi Rian, Senin, 13 Januari 2020.

Dalam rekonstruksi yang dimulai dari lokasi perencanaan pembunuhan di Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, Medan Selayang, terungkap Zuraida Hanum istri Jamaluddin bertemu Jefri Pratama (JP) dan Reza Fahlevi (RF). Dalam pertemuan itu Zuraida meminta keduanya membunuh Jamaluddin dengan iming-iming uang Rp 100 juta dan umroh.

"ZH mengatakan kepada RF kalau sudah selesai bunuh, kakak kasih uang Rp100 juta dan setelah itu nanti umrah," ujar Andi Rian. Dalam pertemuan di Coffee Town, Zuraida memberikan uang Rp 2 juta untuk belanja perlengkapan kaos, sarung tangan, dan sepatu.

"Uang Rp 100 juta dan umroh masih sebatas janji. Namun sudah ada pembicaraan  mereka di dalam pertemuan itu. Dan itu terungkap dalam rekonstruksi ini." ujar Andi Rian. 

Sebelumnya Kepala Polda Sumut Inspektur Jenderal Martuani Sormin mengatakan ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana Pasal 340 Subsider Pasal 338 Junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Polisi, kata Martuani, memiliki bukti pembunuhan Jamaluddin direncanakan. Semua rencana pembunuhan itu dibicarkan pada 25 November 2019 di Coffee Town." kata Martuani. 

Jamaluddin tewas dengan cara dibekap dengan kain saat tidur, Jumat, 29 November 2019, sekitar pukul 01.00 WIB di dalam kamar tidur rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Medan, Sumut. 






Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

2 jam lalu

Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman punya kekebalan hukum setelah diangkat menjadi perdana menteri Kerajaan Arab Saudi.


DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

19 jam lalu

DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

Orgenes mengatakan kebiadaban KKB di wilayah itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat sipil pada umumnya.


Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

2 hari lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akhirnya ditahan karena pembunuhan Brigadir J. Kak Seto minta negara melindungi anak Putri dan Sambo.


Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

4 hari lalu

Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

Pembunuhan terhadap pekerja jalan transpenghubung Kabupaten Bintuni dan Maybrat itu terjadi pada Kamis kemarin.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

4 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

9 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

13 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

13 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

13 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

17 hari lalu

Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

Kantor Presiden Rusia membantah Vladimir Putin telah menjadi target pembunuhan.