Kejaksaan Agung Telah 55 Ribu Transaksi Keuangan Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung tengah menelaah lebih dari 55 ribu transaksi keuangan untuk menemukan indikasi korupsi dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya.

    Dari 55 ribu transaksi itu, Kejaksaan Agung mencari indikasi transaksi bodong yang dilakukan oleh perusahaan asuransi tertua di Indonesia ini.

    "Transaksinya dari perkembangan ini, dari lima ribu menjadi 55 ribu. Itu masih saham. Jadi tolong beri kami kesempatan bekerja," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Januari 2020. 

    Adi enggan membeberkan detail perhitungan penyidikan ihwal meningkatnya jumlah transaksi yang sedang ditelaah tersebut. "Itu materi penyidikan," kata dia.

    Adi mengatakan kejaksaan belum menetapkan tersangka karena sedang menelaah transaksi ini. Ia mengatakan tak mau gegabah dalam menetapkan tersangka. "Kami pastikan selesaikan kasus ini," kata dia.

    Kejaksaan Agung menemukan adanya dugaan korupsi di PT Jiwasraya. Jaksa Agung telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor Trim 33/F2/Fd2/12 tahun 2019 tertanggal 17 Desember 2019. Imigrasi juga sudah mengeluarkan surat cegah ke luar negeri bagi 10 orang terkait kasus korupsi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.