Suap Wahyu Setiawan, KPK Geledah KPU

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat dinihari, 10 Januari 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat dinihari, 10 Januari 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Gedung Kantor Komisi Pemilihan Umum Pusat, di Jakarta, Senin, 13 Januari 2020. Penggeledahan dilakukan terkait kasus suap komisionernya, Wahyu Setiawan. "Iya benar," kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri saat dihubungi, Senin, 13 Januari 2020.

    Sebelumnya, di kantor itu, KPK juga telah menyegel ruangan kerja Wahyu Setiawan pada Kamis, 9 Januari 2020. Penyegelan dilakukan sehari setelah KPK melakukan OTT terhadap Wahyu pada 8 Januari. Ali urung menjelaskan ruangan siapa saja yang digeledah di kantor komisi pemilu.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan Wahyu dan bekas anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina menjadi tersangka penerima suap. Sementara, caleg PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saefulah menjadi tersangka pemberi suap.

    KPK menduga Harun memberikan janji suap sebanyak Rp 900 juta kepada Wahyu. Suap diberikan untuk memuluskan langkah Harun menjadi anggota DPR lewat jalur pergantian antarwaktu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.