Polisi Ringkus Peretas Situs Bareskrim Polri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

    Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian meringkus peretas situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan situs Badan Reserse Kriminal. Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Antam Novambar.

    "Peretas situs Bareskrim dan PN Jakarta Pusat benar sudah ditangkap. Siang nanti kami rilis," ujar Antam saat dikonfirmasi pada Senin, 13 Januari 2020.

    Pada 19 Desember 2019, situs PN Jakarta Pusat diretas. Saat itu, situs beralamat www.pn-jakartapusat.go.id itu menampilkan latar hitam dengan gambar ilustrasi seorang siswa yang membawa bendera merah putih sembari menutup wajah.

    "Tertangkap berorasi dihukum penjara, korupsi berjuta masih berkuasa," tulis peretas di situs tersebut. Alih-alih alamat situs, pada tab situs juga tertulis Hacked. Pada badan situs juga tertulis tautan dari detik.com. Tautan ini terkait dengan pemberitaan siswa STM, Lutfi Alfiandi.

    Luthfi ditangkap polisi pada saat mengikuti aksi pelajar di depan DPR RI. Namun pada saat diperiksa Luthfi, ternyata bukanlah pelajar SMA, melainkan pria muda berusia 21 tahun.

    Atas perbuatannya, Luthfi dibidik tiga dakwaan. Dakwaan pertama adalah pasal 212 jo 214 ayat (1) KUHP, lalu dakwaan kedua pasal 170 ayat (1) KUHP, dan ketiga pasal 218 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.