Minta Ornamen Cina Dibongkar, Politikus PPP: Khawatir Pencaplokan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tahun baru Imlek. ANTARA/Andika Wahyu

    Ilustrasi tahun baru Imlek. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.COPangkalpinang - Meminta ornamen dan simbol Cina di lokasi wisata dibongkar, politikus PPP yang juga Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Amri Cahyadi mengaku ada kekhawatiran pencaplokan budaya yang membuat budaya asli Bangka Belitung tenggelam jika persoalan itu tidak diperhatikan. "Jangan sampai kondisi ini membuat kita abai. Penjajahan modern bukan hanya fisik wilayah. Tapi juga pencaplokan budaya," ujar Amri saat dihubungi Tempo, Ahad malam, 12 Januari 2020.

    Ia khawatir budaya kita tenggelam seiring dengan berjalannya waktu. Amri mempersoalkan kemunculan ornamen dan simbol budaya Cina beberapa tahun ini di lokasi wisata di Bangka Belitung. "Kalau tempat ibadah atau rumah pribadi tidak ada masalah. Namun ini di lokasi wisata dan area publik, seperti gapura, pintu gerbang atau patung.” Ia mencontohkan hal itu terjadi di Sungailiat. Ia meminta Tempo datang melihat patung perang terakota dan yang lainnya di sana.

    Amri menuturkan perlu ada regulasi untuk mengontrol penempatan ornamen budaya luar di aset atau objek wisata yang izinnya diberikan kepada investor agar budaya lokal tidak tergerus budaya luar.

    "Sekali lagi ini bukan soal SARA. Di wilayah private keagamaan sesuai keyakinan dan lingkungan masyarakat, silakan.” Menurut politikus PPP itu, kesatuan harus dijaga dengan menjaga segala kemungkinan. “Jangan ibarat api dalam sekam yang suatu saat akan meledak jika tidak diantisipasi dari sekarang."

    Amri mempersilakan jika ada masyarakat yang berbeda pendapat untuk berdiskusi dan berdialog dengannya di kantor DPRD Bangka Belitung. "Kita menghormati pro-kontra masyarakat. Kalau itu membuat kisruh, saya tidak bermaksud lebih. Silakan datang untuk berdiskusi.”

    Ia mengaku punya banyak teman WNI dari kalangan Tionghoa. “Bukan kesukuan yang jadi substansi, melainkan budaya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...