Jokowi dan Pangeran Abu Dhabi Bicara Terorisme dan Pendidikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Januari 2020. Jokowi mengatakan mengatakan bahwa dubes mengemban amanah konstitusi sebagai duta perdamaian. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Januari 2020. Jokowi mengatakan mengatakan bahwa dubes mengemban amanah konstitusi sebagai duta perdamaian. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Ahad sore, 12 Januari 2020. Ada 16 perjanjian yang disepakati Indonesia dan Abu Dhabi dalam pertemuan itu, salah satunya tentang penanggulangan terorisme dan pendidikan Islam.

    “Saya sangat sambut baik, hari ini 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan,” kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin, 13 Januari 2020.

    Jokowi menuturkan, Indonesia ingin menjadikan Uni Emirat Arab sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran. “Hal ini sangat penting artinya bagi upaya mencegah ektremisme dan terorisme,” katanya.

    Senada dengan Jokowi, Mohamed bin Zayed menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian. “Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam selalu mengedepankan kedamaian,” ucap dia

    Menurut Mohamed, Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Ia hakulyakin Islam di Indonesia bisa menjadi contoh Islam yang damai.

    Perjanjian kerja sama yang Indonesia dan Abu Dhabi sepakati terdiri atas 5 perjanjian antarpemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

    Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$ 22.89 miliar atau sekitar Rp 314,9 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.