Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Banjir di Sulawesi Selatan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Makassar - Bocah berusia lima tahun, MR, meninggal diduga akibat terseret banjir di Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Ahad 12 Januari 2020. Menurut ayah korban, JN (27 tahun), sebelum meninggal, ia sempat bersama anaknya pergi menangkap ikan di sungai.

    Tepat pukul 18.30 WITA, lanjut JN, ia pulang tetapi tak didapati MR di rumahnya. “Anak saya hilang, tidak ada di rumah waktu saya pulang dari tangkap ikan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Ahad malam .

    Berdasarkan keterangan seorang warga tetangga JN, korban rupanyberenang di lokasi persawahan tepat di depan Kantor Urusan Agama (KUA). Sempat ditegur agar naik ke daratan, MR disebut tidak mengindahkannya.

    “Dia (bocah) itu ditemukan sekitar pukul 20.15 WITA sekitar persawahan. Sempat di bawa ke Puskesmas, tetapi nyawanya tak terselamatkan,” kata warga itu.

    Terpisah, Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar, Mustari, mengatakan timnya juga telah melakukan evakuasi terhadap korban banjir di Desa Manuba, Kecamatan Malusettasi, Kabupaten Barru. Korban berjumlah 18 orang dan dua bayi. 

    “Memang ada beberapa tempat terisolir, tim kami langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi korban,” ujar Mustari.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Ni’mal Lahamang, menambahkan banjir melanda sejumlah wilayah akibat sungai meluap setelah hujan turun dalam intensitas tinggi.

    Banjir menyebabkan sejumlah daerah terdampak. Di Balusu saja terdata 121 keluarga terisolasi lantaran kebanjiran. “Semua tim tengah melakukan evakuasi,” katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.