Komisioner KPU Tersangka, Ngabalin: Bukti KPK Tidak Main-Main

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan penetapan tersangka terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan membuktikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja tidak main-main.

    "Itu penetapan tersangka adalah jawaban dari segala keraguan, kebimbangan beberapa orang dan organisasi tertentu terhadap KPK dan Dewan Pengawas," kata Ngabalin ketika ditemui di Jakarta Pusat pada Ahad, 12 Januari 2020. "Dan sekarang mereka menunjukkan dan Insya Allah ini akan terus menerus untuk kepentingan bangsa dan negara."

    Ngablin mengaku tak mau berkomentar soal kasus ini telah diselidiki sejak kepemimpinan komisioner KPK sebelumnya. Namun, dia menegaskan bahwa Ketua KPK Firli Bahuri telah melakukan kerja-kerja nyata.

    "Mau lama, mau bertahun-tahun, beberapa puluh tahun lalu juga tidak ada urusan. Yang pasti KPK Firli yang sekarang ini sudah melakukan kerja nyata dan publik Indonesia tahu. Jangan main-main lho. Komisioner KPU. Mau mampus ente?" kata Ngabalin.

    KPK telah menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Kamis 9 Januari 2020 terkait pemilihan anggota legislatif periode 2019-2024. Dia disangkakan menerima suap Rp400 juta dari Caleg PDIP, Harun Masiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.