Ledakan Bom di Bengkulu Diduga Dipicu Masalah Pilkades

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pilkades serentak. ANTARA

    Ilustrasi pilkades serentak. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menduga teror bom yang terjadi di Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Bengkulu, dipicu permasalahan Pemilihan Kepala Desa.

    "Dugaan ada permasalahan saat pilkades, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan terhadap semua kemungkinan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra lewat keterangan tertulis, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Ledakan bom itu terjadi di depan rumah seorang bernama Halidin yang berada di Desa Padang Serunaian pada Sabtu, 11 Januari 2020, pukul 06.40 WIB.

    Asep menerangkan, peristiwa bermula ketika Halidin ingin membuka pintu dan melihat sebuah tas tergeletak. Halidin membuka tas itu, lalu meledak. Halidin mengalami luka di bagian kaki. "Tidak ada kerusakan di TKP," kata dia.

    Kepolisian setempat saat ini mengidentifikasi ledakan bom tas itu. Polisi juga sedang memeriksa lokasi terjadinya perkara. "Kami belum bisa memberikan banyak informasi, sebab anggota di lapangan masih bekerja. Nanti kalau ada perkembangan akan diberitahu kembali," Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Komisaris Besar Sudarno, hari ini.

    Ledakan bom tas ini sempat menghebohkan warga setempat. Penduduk berhamburan keluar rumah ketika mendengar suara ledakan tersebut.

    Polisi masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. Kepolisian juga telah memasang garis polisi agar tidak ada warga yang mendekat ke lokasi ledakan bom tas ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.