Megawati Puji 5 Kepala Daerah Terbaik PDIP. Siapa Saja Mereka?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah), Presiden Joko Widodo , dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memukul gendang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020. Rakernas pertama PDIP pada 2020 itu bertemakan

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah), Presiden Joko Widodo , dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memukul gendang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020. Rakernas pertama PDIP pada 2020 itu bertemakan "Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional". TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengapresiasi sejumlah kepala daerah dari partainya yang dianggap berbakti dalam menjalankan tugas. Ada lima kepala daerah yang secara khusus disebut Megawati.

    "Saya ingin menyebut beberapa, tapi tidak banyak," kata Megawati dalam pidato pembukaan Rakernas I PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

    Nama pertama yang disebut Megawati adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Megawati pun menyinggung cerewetnya Risma.

    "Beliau seorang wanita yang cerewetnya bukan main. Tapi kalau saya bicara berdua, enggak apa-apa ya Bu, perempuan memang harus cerewet," kata Megawati.

    Berikutnya, Presiden kelima ini memuji Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Setelah menyebut nama empat orang itu, Megawati tampak berpikir dan mengingat-ingat.

    "Hmm siapa lagi ya. Itulah susahnya, karena banyak Bapak Presiden, jadi menghafalkannya seringkali lupa," kata Megawati menujukan ucapannya ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang juga hadir.

    "Oh ya Giri (I Nyoman Giri Prasta) dari Badung Bali. Apa lagi ya, cukuplah," lanjut Megawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.