Megawati Naik Mobil Golf, Hasto Duduk di Samping Kanan

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto duduk di samping kanan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menaiki mobil golf untuk berkeliling di arena Rakernas I PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020. Tempo/Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mendampingi ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri berkeliling arena Rakernas I PDIP dengan menumpang mobil golf pada Kamis, 10 Januari 2020. Hasto duduk di samping kanan Megawati.

Adapun putra Megawati, Prananda Prabowo duduk di depan Megawati sembari memegang kemudi. Di samping kanan Prananda duduk Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sejak pembukaan Rakernas dimulai, Hasto baru tampak mendampingi Megawati sore ini. Ditemui wartawan sebelumnya, Hasto menolak diwawancara ihwal perkara dugaan suap yang menyeret calon legislator dari PDIP Harun Masiku.

Hasto menjanjikan akan memberikan keterangan pers pada pukul 18.30 WIB. "Nanti ya konpers jam setengah tujuh. Sekarang saya keliling pameran dulu," ujar Hasto di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

Megawati juga tak merespons pertanyaan wartawan soal kasus suap yang menyeret kader partainya. Ia hanya melayani ajakan swafoto dari beberapa kader yang berhasil menyelinap dari penjagaan petugas keamanan.






Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

14 jam lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

15 jam lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

19 jam lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

20 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

23 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

1 hari lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

1 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

1 hari lalu

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

Muhaimin Iskandar menyatakan telah sepakat dengan Prabowo Subianto untuk terus memperbesar koalisi mereka dengan merekrut partai lainnya.


PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

1 hari lalu

PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

Pengamat menilai alasan PDIP menganggap Pemilu 2009 diwarnai kecurangan cukup kuat.