Pidato Megawati Tak Singgung Kasus Kadernya yang Kena OTT KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato penutupan Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 10 Agustus 2019. Megawati Soekarnoputri mengakui dirinya sudah memiliki daftar orang-orang yang akan diusulkan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato penutupan Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 10 Agustus 2019. Megawati Soekarnoputri mengakui dirinya sudah memiliki daftar orang-orang yang akan diusulkan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak menyinggung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang menyeret calon legislator PDIP Harun Masiku.

    Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 42 menit, Megawati mengatakan bahwa tema HUT ke-47 tahun dalam Rakernas PDIP hari ini adalah solid bergerak wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional.

    Adapun subtemanya ialah strategi jalur rempah dalam lima prioritas industri nasional untuk wujudkan Indonesia untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri.

    "Tema dan subtema tersebut sengaja, beberapa waktu dalam rapat DPP saya diskusikan, saya putuskan sebagai babak baru bagi perjuangan dan strategi partai. Di usia 47 sudah waktunya kristalisasi ideologi dalam satu gerakan konkret," ujar Megawati di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

    Megawati juga banyak berbicara ihwal pengalamannya sebagai seorang perempuan yang berpolitik, gagasan pembangunan nasional menurut PDIP, dan saran-sarannya untuk pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin serta arahan bagi para kader PDIP.

    Sebelumnya, caleg PDIP Harun Masiku menjadi tersangka kasus dugaan suap terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kasus ini juga menyeret Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Dua orang yang sempat ditangkap KPK, yakni Saeful Bachri dan Donny Tri Istiqomah ditengarai merupakan staf Hasto.

    Menjelang akhir pidatonya, Megawati sempat menyinggung soal kepatuhan kader terhadap aturan partai. Namun dia tidak secara spesifik menyinggung perkara teranyar yang menyeret partainya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.