Gibran Jokowi Absen di Rakernas PDIP, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan), mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan sebagai Wali Kota Surakarta kepada Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah DPD PDI Perjuangan Jateng Abang Baginda (kelima kiri) di Panti Marhaen Semarang, Kamis, 12 Desember 2019. Berkas  Gibran dinyatakan lengkap dan resmi terdaftar sebagai bakal calon Wali Kota Surakarta. ANTARA /R. Rekotomo

    Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan), mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan sebagai Wali Kota Surakarta kepada Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah DPD PDI Perjuangan Jateng Abang Baginda (kelima kiri) di Panti Marhaen Semarang, Kamis, 12 Desember 2019. Berkas Gibran dinyatakan lengkap dan resmi terdaftar sebagai bakal calon Wali Kota Surakarta. ANTARA /R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Solo -  Anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dipastikan tidak menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 10-11 Januari 2020.

    Gibran Jokowi mengatakan beberapa kader PDIP asal Solo menerima undangan untuk mengikuti acara rakernas. Namun, dirinya tidak menerima undangan.

    "Saya tidak dapat undangan dan perintah dari partai untuk berangkat (Rakernas I PDIP)," ucapnya pada Kamis malam, 9 Januari 2020.

    Gibran menduga dirinya tak diundang karena baru menjadi anggota PDIP per September 2019. 

    Di sisi lain, dia sibuk menyiapkan diri untuk mendaparkan rekomendasi dari PDIP untuk berlaga dalam Pemilihan Wali Kota Surakarta 2020.

    "Tiap hari saya keliling bertemu dengan masyarakat."

    Gibran adalah salah satu bakal calon Wali Kota Surakarta yang berebut rekomendasi dari PDIP. Dia bersaing ketat dengan Achmad Purnomo yang kini Wakil Wali Kota Surakarta.

    Adapun Purnomo berangkat dari Solo ke Jakarta untuk menghadiri Rakernas I PDIP pada Jumat pagi ini, 10 Januari 2020.

    "Saya mendapat undangan untuk ikut acara ini," ucap bekas dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.