Ditanya Soal Hasto PDIP, Wahyu Setiawan: Tanya Penyidik

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, bersama penyidik menunjukkan barang bukti uang hasil Operasi Tangkap Tangan KPK Komisioner KPU RI, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Penyidik mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.400 juta dalam bentuk dollar Singapura dalam OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus dugaan tindak pidana suap, Wahyu Setiawan, enggan berkomentar soal kemungkinan keterlibatan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam perkara rasuah yang menjeratnya. 

"Masalah itu tanyakan ke penyidik," kata komisioner KPU ini seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat dinihari, 10 Januari 2020.

KPK meringkus Wahyu Setiawan dalam rangkaian operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap sebesar Rp 400 juta dari Caleg PDIP Dapil I Sumatera Utara, Harun Masiku.

Kasus ini diduga berkaitan dengan perebutan kursi parlemen warisan Nazarudin Kiemas yang meninggal sebelum dilantik sebagai anggota DPR. PDIP menginginkan Harun Masiku untuk menggantikan Nazarudin di DPR.

Sementara itu, KPU sudah memutuskan Riezky Aprilia yang menggantikan Nazarudin melenggang ke Senayan. KPU beralasan Riezky memiliki suara terbanyak setelah Nazarudin.

Dalam perjalanannya, Harun lewat beberapa orang staf PDIP melobi Wahyu agar bisa meloloskan dia ke Senayan. Wahyu menyanggupi. Ia pun meminta dana operasional. 

Belakangan nama Hasto mencuat dalam pusaran perkara ini. Alasannya, ada beberapa orang yang diduga sebagai staf Sekretaris Jenderal PDIP ini ikut ditangkap. Kecurigaan mengarah pada dua orang berinisial D dan S yang juga ditangkap KPK. D merujuk pada Doni sedangkan S adalah Saefulah.

KPK pun dikabarkan sempat akan menyegel ruang kerja Hasto yang ada di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, petugas jaga di kantor itu melarang petugas KPK masuk.

Hasto membantah terlibat dalam perkara ini. "Saya tidak tahu," kata dia.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Selain Wahyu, KPK juga menetapkan Agustiani Tio Fridelina, mantan anggota Bawaslu, sebagai tersangka penerima suap. Selain itu, KPK mentepakan Harun dan Saeful sebagai pemberi suap.

Saat ini, Wahyu telah menempati Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Agustiani menempati Rutan K4 KPK dan Saeful menempati Rutan C1 KPK. Sementara itu, Harun belum menyerahkan diri.






Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

14 jam lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

15 jam lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

18 jam lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

19 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

22 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

1 hari lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

1 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

1 hari lalu

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

Muhaimin Iskandar menyatakan telah sepakat dengan Prabowo Subianto untuk terus memperbesar koalisi mereka dengan merekrut partai lainnya.


PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

1 hari lalu

PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

Pengamat menilai alasan PDIP menganggap Pemilu 2009 diwarnai kecurangan cukup kuat.