Kata Hasto Kristiyanto soal Stafnya Diduga Terkena OTT KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tak tahu-menahu ihwal dugaan keterlibatan dua stafnya dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hasto mengatakan, sampai saat ini juga masih menunggu keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Kendati demikian, Hasto mengatakan, apapun yang dilakukan staf atau pun kadernya, dia ikut bertanggungjawab.

    "Sebagai Sekjen, tentu saya bertanggungjawab terhadap pembinaan seluruh anggota dan kader-kader partai," ujar Hasto di JI-Expo Kemayoran, Jakarta pada Kamis, 9 Januari 2020.

    "Seluruh staf sekretariat memang berada di bawah pertanggungjawaban Sekjen," ujar Hasto mengulangi pernyataannya.

    Kendati demikian, ujar Hasto, dia hanya bertanggungjawab atas tindakan-tindakan yang dilakukan sesuai garis kebijakan partai. "Apa yang menjadi tindakan para anggota dan kader partai, tentu saya ikut bertanggungjawab. Tetapi ketika itu sudah menyentuh persoalan hukum, partai tidak bertanggungjawab," ujar Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.