OTT Anggota KPU, PKS: Pelajaran, Biar Jangan Ada Jual Beli Suara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahyu Setiawan, Komisioner KPU. Facebook/KPU RI

    Wahyu Setiawan, Komisioner KPU. Facebook/KPU RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sodik Mujahid berharap operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjadi pelajaran agar penyelenggara pemilu tidak main-main dalam suara pemilihan. "Peristiwa OTT sangat bermanfaat untuk jadi pelajaran kepada oknum KPU sampai ke bawah yang selama ini bermain-main dalam suara pemilihan," ujar Sodik melalui keterangan tertulis pada Kamis, 9 Januari 2020.

    Selama ini, kata Sodik, kerap ada kekhawatiran bahwa KPU di berbagai daerah dan berbagai lini melakukan jual beli suara. "Jika KPU kredibel, partai kan tidak usah repot dengan saksi," ujar dia.

    KPK menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam rangkaian operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020. Selain Wahyu, KPK juga menangkap tiga orang berinisial HM, D, dan S.
    Kasus ini diduga berkaitan dengan perebutan kursi parlemen warisan almarhum Nazarudin Kiemas.

    Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan Wahyu ditangkap bersama tiga orang itu. “WS sebagai penerima, uang lewat D dan S,” kata Ghufron, Rabu, 8 Januari 2020. “Uang sekitar Rp 400 juta.” 

    Namun, Ghufron belum mau menjawab soal keterlibatan partai dalam kasus ini. "Kami tidak pandang siapa dan dari parpol apa."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.