Cuaca Diperkirakan Buruk Ekstrem, Begini Cara Yogyakarta Bersiap

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri

    Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Cuaca ekstrem yang disebabkan angin Monsun Asia diprediksi akan melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama sepekan ke depan. Kepala Dinas Sosial Pemda DI Yogyakarta Untung Sukaryadi mengatakan saat ini sekitar 25 ribu personel relawan yang tersebar di lima kabupaten/kota DIY dalam kondisi siap diterjunkan jika bencana karena cuaca buruk itu terjadi.

    "Relawan sudah siap di semua wilayah termasuk di pelosok kampung," ujar Untung saat menggelar apel siaga bencana yang dipimpin Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Yogyakarta Rabu 8 Januari 2020. Angka itu belum termasuk komponen pemerinta lain seperti BPBD, TNI, dan unsur lainnya

    Personel relawan mulai disiagakan mengingat kondisi DIY rawan bencana, apalagi saat cuaca ekstrem. Wilayah DIY yang memiliki kawasan perbukitan, gunung, hutan, sungai hingga laut dinilai bisa memicu beragam potensi bencana mulai dari longsor, erupsi, banjir, tsunami, hingga gempa.

    Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Nasional (Basarnas) DI Yogyakarta Aditya Dwi Hartanto menyebut seiring cuaca ekstrem di Yogya, di awal tahun 2020 ini yang juga perlu cukup diwaspadai adalah tingginya gelombang laut di pesisir selatan. Sejumlah titik pantai rawan terdampak gelombang tinggi khususnya di Kabupaten Gunungkidul serta Pantai Parangtritis di Bantul. “Pantai-pantai itu rawan karena tingginya aktivitas masyarakat di situ," ujar Aditya.

    Basarnas Yogyakarta saat ini menyiagakan 77 personelnya di tiga titik posko sepanjang pantai Yogya. Mulai dari Posko Induk Sedayu Bantul, Unit Siaga Kulon Progo, dan Unit Siaga Gunungkidul.

    Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas sebelumnya mengingatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor rawan terjadi di wilayah DIY menyambut awal tahun ini.

    Berdasar perkiraan BMKG, seluruh wilayah di DIY berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang. BMKG telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar lebih waspada ketika terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama.

    Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengatakan setiap wilayah di DIY saat ini harus sudah memastikan kembali kesiapan dan mengecek kekuatan pasukan siaga bencana menghadapi kemungkinan bencana yang bisa terjadi sewaktu waktu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.